Kasus Dugaan Korupsi Ganti Rugi Lahan Pasar Tradisional Di Desa Bukit Rata, Belum Tuntas

0
482
Dijual Rumah

BuktiPers.Com – Aceh Tamiang (Aceh)

Kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam proses pengadaan tanah untuk pembangunan Pasar Tradisional di Desa Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang yang menggunakan anggaran perubahan atau APBK-P Tahun 2014 sebesar Rp 2,5 Milyar yang diduga melibatkan sejumlah pejabat Eksekutif dan legislatif di Kabupaten Aceh Tamiang masih belum tuntas proses hukumnya.

Publik di Aceh Tamiang berharap, “Kerja keras pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tamiang untuk segera menuntas kasus tersebut, agar tidak menimbulkan teka-teki di kalangan masyarakat. Karena proses hukumnya masih belum tuntas, sedangkan bagi Kejari agar tidak ada tunggakan kasus atau zero,” ujar Ketua Transparansi Aceh, Kamal Ruzamal, SE, ketika dimintai tanggapan terkait kasus tersebut, Kamis (30/08/2018).

Kajari Aceh Tamiang, Irwinsyah, SH saat dihubungi BuktiPers.Com, terkait kasus tersebut melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Mohd Iqbal, SH, MH menyampaikan, bahwa proses hukum kasus tersebut masih terus dilanjutkan hingga tuntas agar tidak ada tunggakan, ujar Mohd. Iqbal, SH, MH kepada BuktiPers.Com, saat ditemui di ruangan kerjanya, Kamis (30/08/2018).

Menurut Mohd Iqbal, SH, MH, “Lambannya penyelesaian kasus ini, dikarenakan kejaksaan masih berkutat masalah pembiayaan untuk menurunkan Tim penilai harga tanah atau MAPPI sebagai landasan untuk menghitung kerugian negara dalam kasus tersebut,” ungkapnya.

Lebih jauh disampaikannya, “Tim penilai itu bukan saksi ahli, tapi tim profesional penilai harga tanah yang bekerja berdasarkan tarif kerja mereka, jadi pembiayaan terhadap Tim itu jelas mahal,” ujar Iqbal.

“Untuk diketahui, belum ada SP3 terhadap proses hukum kasus dugaan korupsi dalam pengadaan tanah pasar tradisional, Inshaa Allah kami akan segera tuntaskan,” pungkasnya kepada Buktipers.com. (Tarmizi.Puteh/Red)