Kasus Mayat Dibungkus Seprai di Humbahas: Korban Dianiaya, Diperkosa lalu Dibunuh

0
10
Petugas berpakaian APD lengkap saat olah TKP penemuan mayat dibungkus seprai di Humbahas. (Foto: Antara)
Dijual Rumah

Humbahas, buktipers.com – Polisi mengungkap kasus penemuan mayat perempuan dibungkus seprai kuning dalam gubuk di areal perladangan Hasobe Dusun III, Lumban Sonang, Desa Saitnihuta, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbanghasundutan (Humbahas), Sumatera Utara. Korban sempat mengalami penyekapan, penganiayaan dan diperkosa hingga akhirnya dibunuh.

Identitas korban yakni bernama Kurnia Maya Sari (33) warga Gang Cakra II, Dusun XI, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang.

“Korban disekap dalam gubuk sebelum dibunuh,” ujar Paur Subbag Humas Polres Humbahas Bripka SB Lolo Bako, Kamis (1/10/2020).

Menurutnya saat ini penyidik telah menetapkan tiga tersangka, yakni DS (18) warga Dusun VII, Desa Gambus Laut, Kecamatan Limapuluh Pesisir, Kabupaten Batunara. Kemudian B (27) dan perempuan YP (31), keduanya warga Jalan Binjai Km 10,8 Gg Sama, Kelurahan Payageli, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang. Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan.

Tersangka B dan YP yang mengaku sebagai pasangan suami istri bekerja di areal perladangan tersebut sejak dua bulan terakhir. Sementara, DS merupakan pekerja yang baru sebulan terakhir kerja bersama B dan YP.

“Korban ini merupakan kenalan DS di media sosial. Dia membujuk korban untuk ikut bekerja di areal perladangan tersebut,” kata Lolo Bako.

Saat itu, pemilik lahan bermarga Simamora tak setuju dan menolak penambahan pekerja sehingga ketiga tersangka berupaya menyembunyikan keberadaan korban di lokasi tersebut.

“Sejak hari pertama tiba di lokasi, korban sudah merasa tak betah dan ingin pulang. Namun berhasil dibujuk rayu para tersangka untuk tinggal,” ucapnya.

Puncaknya pada hari ketiga ketika korban menyampaikan keinginannya untuk pulang ke Medan kepada DS, YP dan B. Hal tersebut justru berujung pada kematiannya.

“Sabtu pagi (26/9) korban meronta dan berteriak di dalam gubuk karena ngotot ingin pulang meski tak memiliki uang. Hal ini menimbulkan kekesalan B dan DS hingga mulutnya dilakban dan disekap,” ujarnya.

Saat itu, pemilik lahan kebetulan datang ke ladang dan sempat mendengar suaran teriakan. Namun dia diperdaya YP yang berdalih jika suara teriakan itu merupakan tontonan film horor dari dalam gubuk.

“Di dalam gubuk, B menutup mulut korban dengan sekuat tangan kirinya. Dia lalu memukul kepala korban dengan sebilah parang sebanyak satu kali, juga membenturkan kepala korban ke lantai dua kali,” kata Lolo Bako.

Kemudian tersangka YP yang kembali ke gubuk turut mengikat tangan korban dengan kain. Dia kemudian menutup mulut korban dengan kedua tangannya.

“Setelah itu, tersangka DS memperkosa korban di hadapan tersangka B. Lalu dia memukul kepala dan wajah korban dengan sebilah parang, sebanyak dua kali,” kata Lolo Bako.

Saat ini, ketiga tersangka diamankan di sel tahanan Mapolres Humbahas. Ketiganya terancam hukuman penjara seumur hidup atau penjara selama 20 tahun. Mereka dijerat pasal berlapis 340 subs 338, 351 ayat (3) dan 285 KUHP.

 

Sumber : iNews.id