Kata Anton C1 Plano Rawan Dimanipulasi? Ini yang Akan Dilakukannya

0
202
Dijual Rumah

Buktipers.com – Simalungun

Pemungutan suara Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019 sudah usai. Hanya saja, siapa pemenangnya masih menunggu hasil rapat pleno akhir hingga diumumkan KPU secara resmi.

Menuju ke arah itu, bukan tak mungkin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, bisa saja terjadi permainan politik kotor dengan cara memanipulasi perolehan suara, hingga suara pun berubah.

Hal inilah yang dikhawatirkan seorang Caleg DPR RI dari Partai Golkar, Anton Sihombing.

Bahkan dia menduga, tidak tertutup kemungkinan terjadinya upaya pengalihan suara sesama caleg dari partai yang sama di Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut III.

Kekhawatirannya itu disampaikan kepada wartawan saat berada di Tiga Balata, Simalungun, Jumat (19/4/2019).

DPD I Golkar Sumut saat ini kata Anton sedang mentabulasi data perolehan suara pemilihan legislatif di setiap tingkatan. Hasil sementara, suara Golkar untuk DPR-RI di tiga Dapil, khususnya Sumut III cukup menggembirakan.

Hanya saja kata dia, sepertinya ada indikasi sistematis melakukan politik tidak beradab dengan cara mengalihkan suara antar caleg.

Masih kata Anton, Dapil Sumut III meliputi 10 kabupaten kota, salah satunya Kota Tanjung Balai.

Suara di daerah itu berdasarkan data yang tercatat di tabulasi Golkar Sumut, Anton mendapatkan 1.109 suara.

Jumlah perolehan suara miliknya kata dia tak sebanding dengan apa yang telah diperjuangkannya hingga masyarakat bisa menikmatinya.

“Saya sudah berkali- kali datang ke Tanjung Balai. Kita bawa Komisi V. Kita bawa anggaran infrastruktur jalan lingkar, bedah rumah, jembatan gantung. Masa yang milih 1.109 orang,” keluh dia.

Mencermati disparitas itu, Anton sepertinya curiga kemungkinan adanya upaya sitematis memenangkan Caleg tertentu.

Bagi Anton sendiri, ini bukan semata perkara menang atau kalah, tapi ia mengecam andai terjadi politik sistimatis.

Andai indikasi ini benar dan ditemukan bukti-buktinya, tidak tertutup kemungkinan Anton akan segera melaporkan dugaan praktik politik kotor itu ke DPP Golkar, termasuk ke polisi dan penyelenggara Pemilu.

Pada kesempatan itu, Anton juga berharap penyelenggara Pemilu tetap bekerja profesional dan taat aturan.

“Jangan mau dipengaruhi oleh Caleg maupun tim sukses menggeser atau merubah suara,” tukasnya.

Publik saat ini tambah Anton tengah konsentrasi mengikuti perkembangan perolehan suara para Caleg.

Bila ada pergeseran suara atau perubahan tidak sesuai dengan C1 Plano yang diklaim caleg tertentu lebih unggul meski faktanya berbeda, masyarakat dan timnya ujar Anton akan melakukan perlawanan dan menempuh jalur hukum.

“Jangan coba-coba C1 Plano dirubah atau buat C1 Plano tiruan. Kita akan lawan,” pungkasnya. (ril/red)