Kaum Ibu Di kota Tikar Rayakan 1 Muharam 1440 H Dengan Lomba Perahu Bidar.

0
344
Dijual Rumah

Buktipers.com-Kayuagung (Sumsel),

Kegiatan Lomba Perahu tradisional Bidar indentik pesertanya kaum adam, tapi kali ini lain daripada yang lain pesertanya ibu-ibu. Keunikan ini mengakibatkan tumpah ruahnya penonton yang ingin menyaksikan perlombaan tersebut.

Lomba perahu bidar tersebut difasilitatori oleh desa Pedamaran satu (1) dan di ikuti oleh para peserta dari kaum wanita atau Ibu-ibu dari warga desa setempat, sehingga menjadikan Pedamaran yang terkenal sebagai kota pengrajin tikar ini tumpah ruah dipinggiran sungai komering demi antusias ingin menyaksikan secara langsung perlombaan dalam rangka peringatan 1 Muharram ini, Selasa (11/9/2018)

Kades desa Pedamaran 1, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten OKI, Andi Anggara selaku penyelenggara kegiatan ini kepada awak media mengatakan, kegiatan ini merupakan repleksi kita selaku umat muslim untuk selalu dan selalu bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikanya kepada kita.

“Berkat bantuan mereka tanpa diarahkan semua panitia berjalan lancar, mulai dari pendaftaran yang diikuti seluruh desa yang ada di kecamatan Pedamaran ini dengan jumlah peserta 16 peserta yang kesemuanya dari kaum ibu-ibu atau kaum wanita dengan berbagai hadiah yang telah kita siapkan berupa tropi tetap dan uang pembinaan,” tutur Andi.

Sementara, selaku panitia kegiatan, Pani dan Feri saat dibincangi terkait sistem penilaian perlombaan menjelaskan, perlombaan tersebut dengan memakai sistem gugur artinya bagi grup peserta yang perahunya sampai duluan di garis finish akan langsung diberikan kertas sebagai tanda pemenang oleh panitia kepada grup mereka yang selanjutnya akan masuk babak penyisihan dan demikian seterusnya.

Pani menuturkan bahwa yang menjadi menarik juga menjadi penghibur pada perlombaan ini dikarenakan tidak semua peserta yang ikut serta dalam lomba ini kesemuanya jago mendayung dan kemudi, terlihat seperti bidar yang bermerk “Telaga Antu” jalan bidarnya melintang-lintang hingga membuat penonton sontak berseru dan bersorak-sorai gemuruh hingga tertawa,” ujarnya.

Pantauan dilokasi perlombaan, terlihat begitu padatnya warga yang menyaksikan hiburan tersebut baik dari desa setempat maupun dari luar desa ikut menyaksikan moment kemeriahan itu sehingga lalulintas ditepian sungai sempat macet total dikarenakan para pendukung dari masing masing desa utusan lomba tumpah menjadi satu bersama penonton disepanjang bantaran sungai.(firman/red)