Beranda Sumut Kawasan Danau Toba Diselimuti Kabut Asap, Bandara Silangit Tunda Keberangkatan dan Kedatangan...

Kawasan Danau Toba Diselimuti Kabut Asap, Bandara Silangit Tunda Keberangkatan dan Kedatangan Pesawat

241
0
Kondisi kawasan Danau Toba yang diselimuti kabut asap, hingga mengganggu penerbangan di Bandara Silangit, Taput.

Simalungun, buktipers.com – Kawasan Danau Toba juga  diselimuti kabut asap pekat, hingga pihak bandara internasional Silangit, di Kabupaten Taput, menunda keberangkatan dan kedatangan pesawat dari berbagai penjuru.

Informasinya yang dihimpun wartawan, Minggu (22/9/2019), kabut asap yang menyelimuti Kawasan Danau Toba ini, telah terjadi tiga hari.

Menanggapi kabut asap tersebut, Mansur Purba, Anggota DPRD Kabupaten Simalungun, kepada buktipers.com, melalui telepon selulernya, Minggu (22/9/2019) mengatakan, akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Provinsi Riau, Jambi dan  ditambah lagi kebakaran perbukitan yang melanda lahan di kawasan Desa Silalahi III, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, yang berdekatan dengan tepian Danau Toba, beberapa waktu lalu, semakin memperburuk polusi udara.

Baca Juga!  Pangdam XII/Tpr : Kodam akan Gelar Operasi Mandiri Tanggulangi Karhutla

Mansur meminta pemerintah agar mengambil tindakan yang cepat, dan tepat agar tidak menggangu kesehatan masyarakat.

Kabut asap yang melanda Kawasan Danau Toba tersebut, tentu akan mengganggu kunjungan para wisatawan yang menggunakan pesawat, ujarnya.

“Seperti diketahui, kabut asap yang menyelimuti kawasan Danau Toba sudah tiga hari ini terjadi, meski sempat hujan tadi malam, namun bukannya mengurangi asap, tapi semakin parah. Dan asap itu mengurangi jarak pandang dan mengakibatkan mata perih,”kata Mansur.

Mansur juga meminta masyarakat yang ada di Kawasan Danau Toba agar tidak membakar lahan atau perladangan sembarangan, karena akan dapat memperburuk udara.

Sementara itu, salah seorang warga, J Sidabutar menyampaikan “pada saat ini jarak pandang, di kampung kami ini hanya berkisar antara 1 kilometer. Yang biasanya kalau dari Parapat, bisa kelihatan Tomok dan Tuk-tuk dan sebaliknya, namun karena asap ini, jadi tidak kelihatan lagi, dan mata pun perih. Udara bau asap, sehingga susah untuk bernafas. Dan aktifitas di luar rumah, juga jadi terganggu. Misalnya petani di kebun, jadi tidak melakukan aktifitasnya di kebun,”katanya dengan nada cemas.

Baca Juga!  2 Bulan Jadi Pengedar Sabu, Wawan Akhirnya Ditangkap Polisi bersama Rekannya

(Stg)

Loading...