Kayu Gelondongan Sitaan Polres Pematangsiantar di Lahan Warga Tanpa Izin, Pemilik Lahan Marah

0
282
Kayu yang dipersoalkan pemilik lahan.
Dijual Rumah

Buktipers.com – Pematangsiantar (Sumut)

Pemilik lahan marah, karena menemukan ada tumpukan kayu pinus gelondongan di tanah miliknya, karena tanpa, ijin yang terletak di Kelurahan Tanjung Tongah,  Kecamatan Siantar Martoba, Kamis (4/7/2019), lalu.

Ketika tim wartawan berada dilokasi tempat ditemukannya kayu itu, salah seorang pria muncul dengan mengendarai sepeda motor jenis matic merek NMax dan menghampiri salah satu wartawan dan marah.

“Kayu kau inikan,  kalian maen kayu, jangan dibuat dilahan ku,  gara – gara ini jadi dimarahin aku sama atasanku,”kata JS yang diketahui seorang Polisi di Polres Simalungun.

Mendengar itu,  wartawan mengatakan, jika mereka tidak mengetahui kayu itu. Bahkan wartawan mengatakan, ingin mengetahui tentang kepemilikan kayu tersebut, karena timbul dugaan kayu hasil ilegal logging, sambil wartawan meminta untuk direkam video agar diviralkan, tetapi JS menolak untuk divideokan, sambil mengendarai sepeda motornya dan mengatakan tidak mengetahui perihal kayu yang diletakkan di lahannya. Lalu JS menuju ke sebuah warung, di seberang jalan.

JS merasa terkejut dan merasa heran, karena tanah yang dimilikinya ada tumpukan kayu tanpa sepengetahuannya.

“Kalau diletakkan orang itu disini, berarti ada rencana, kalau mau maen orang itu,  jangan awak dilibatkan.  Lagian urusan orang itu kok di tanah awak dibikin,  tidak ada hak orang itu,  permisi sama saya  tidak ada,  kalau gini,  maen pun jadi.  Nanti jadi dituduh orang pula lah saya,  padahal manatau aku.  Masa tanah awak lokasi Gelondongan? “ungkapnya dengan nada marah.

Salah seorang warga, inisial M, menceritakan yang diketahuinya kepada JS selaku pemilik tanah, jika tumpukan kayu gelondongan tersebut adalah kayu yang dititipkan hasil tangkapan dan sedang diproses di Polres Pematangsiantar. Akan tetapi belum juga diangkat hingga hari ini (Kamis,  4/7/2019),  sambil menyebut nama oknum Polisi berinisial S dan MS yang turut serta berada di lokasi saat penurunan tumpukan kayu pinus, tanpa menunjukkan surat penitipan dari Polisi.

Menurut salah seorang warga berinisial “M”,  bahwa tumpukan kayu gelondongan tersebut akan segera diangkat (sambil M menelepon seseorang yang tidak diketahui untuk segera mengangkat tumpukan kayu tersebut dari Lahan milik JS) .

Alhasil,  JS menelepon Kanit II Ekonomi Polres Siantar untuk segera mengangkat tumpukan kayu gelondongan hasil tangkapan dari lahan miliknya.

“……,   gegara kayu gelondongan yang kalian letakkan dilahan saya, saya kena tegur sama atasan saya.  Kalian sopan, saya sopan,  kalian Polisi saya Polisi,……., kalian meletakkan kayu gelondongan tanpa saya ketahui,  dalam 1 jam harus kalian angkat atau saya bakar,  saya gak peduli,”ungkapnya dengan nada marah dan kesal.

Hasilnya,  Kanit Ekonomi mengirim seseorang, bermarga Siahaan untuk bertemu dengan JS.

Oknum bermarga Siahaan yang dikirim Kanit Ekonomi itupun menceritakan alasan ditumpukkan kayu tersebut dilahan milik JS.   Alhasil JS kembali marah.

“saya itu ditegur atasan saya.  Dikira atasan saya,  saya itu menumpuk kayu pinus,  padahal saya tidak tau.  Tapi inilah dulu,  pahit – pahit lah dulu kita ngomong,  bagaimana kalau rumah anda saya tempati tanpa anda ketahui,  anda terima?  Enggak kan ? Anda itu orang batak,  saya orang batak. Kalau anda sopan,  saya sopan. Kalau anda rusuh,  perang pun jadi.., “ungkapnya.

Siahaan berusaha membujuk JS agar diberi waktu untuk mengangkat kayu tersebut besok harinya (Jumat, 5/7/2019) karena tidak ada pekerja yang bongkar muat.

JS pun kembali marah kepada oknum bermarga Siahaan tersebut.

” Bentar lagi kau bikinlah lahan ku ini tempat somelmu, saya tidak pernah makan uang haram. Bahkan jika tangan saya dipotong,  darah saya tidak ada mengandung uang haram.  Tanah saya ini dari uang halal,  hasil keringat haya dan istri,  tidak uang Haram beli tanah ini.  Jangan dibuat barang haram di tanah saya. Bisa selesai kubikin ini semua,  bisa ku laporkan ini ke Polda, kalau aku mau,  bisa selesai kalian,”ungkap JS kepada Siahaan.

JS memberi batas waktu kepada oknum bermarga Siahaan tersebut.

“Ini menit ini detik kubakar (kayu gelondongan) kalian mau apa?  Ini lahan saya.  Mau kalian tuntut kemana?  Tuntutlah!  Mana bisa, karena ini lahan saya.  Saya gak mau tau,  jangan saya yang tercemar kalian buat,  kita punya etika,  saling menghargai lah,”ungkap JS.

Oknum Siahaan tersebut menjelaskan kepada JS perihal kayu tersebut.

“Sebenarnya gini bang,  ini kayu tangkapan.  Jadi karena tidak ada lokasi bongkar muat, maka diletakkan di lahan tersebut dan sudah permisi (tidak sama pemilik lahan), ” jelasnya.

Saat ditanya wartawan,  kayu tersebut akan diangkat dan dipindahkan kemana?  Oknum bermarga Siahaan mengatakan tidak tau.

“Gak tau lah,  orang itulah entah kemana nanti dibuat,” ungkapnya tanpa menjelaskan detailnya.

Kanit II Ekonomi, Marlon Siagian saat dikonfirmasi di kantornya, menjelaskan asal muasal kayu tersebut.

“Kayu gelondongan itu sebanyak 200 batang,  bersumber dari Gunung Sinabung, Tanah Karo, hasil tangkapan kita beberapa waktu lalu, ketika menuju gudang dan saat ini masih dalam proses.  Sedangkan truknya yang membawa kayu tersebut sedang pinjam rawat.,”katanya.

Saat ditanya nama oknum bermarga Ambarita yang terdengar sebagai pemilik kayu, Marlon mengatakan, bukan oknum marga Ambarita pelakunya.

Baca Juga : Ada Gelondongan Kayu Tak Bertuan, Warga : Beberapa Polisi Turut Bongkar

“Bukan,  bukan oknum marga Ambarita,  itu kasus lain nya,”ucapnya.

Pantauan wartawan saat di lokasi tumpukan kayu gelondongan tersebut,  tidak ada police line sebagai batas barang bukti.  Bahkan kayu gelondongan tersebut terlihat bernomor urut jumlah kayu pada lingkaran diameternya dengan nomor tertinggi 135.

 

(Tim)