Kebakaran di Lapas Tangerang, Fadli Zon Desak Menkum HAM Mundur!

0
2
Foto: Fadli Zon (Rengga Sancaya)
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – Kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang, Banten menyebabkan puluhan narapidana meninggal dunia. Anggota DPR RI, Fadli Zon menyebut Menkum HAM Yasonna Laoly harus bertanggungjawab terkait insiden tersebut.

Awalnya Fadli Zon mengomentari terkait kapasitas Lapas Kelas I Tangerang yang ternyata overkapasitas. Dia menilai kondisi tersebut berarti tidak ada perbaikan sampai saat ini.

“Kapasitas lapas yang lampaui batas tampung adalah masalah klasik dari waktu ke waktu. Ternyata tak ada perbaikan,” kata Fadli lewat cuitan di akun Twitternya @fadlizon, Kamis (9/9/2021).

Fadli mengatakan pemerintah telah gagal menyelesaikan persoalan lapas secara sistemik dan fisik. Padahal menurutnya 41 narapidana di Lapas Kelas 1 Tangerang wajib dilindungi oleh negara.

“Artinya pemerintah gagal selesaikan soal ini baik secara sistemik maupun fisik. 41 napi warga RI wajib dilindungi tumpah darahnya,” ucapnya.

Fadli pun menilai Menkum HAM Yasonna Laoly salah satu yang harus bertanggungjawab atas insiden di Lapas Kelas I Tangerang tersebut. Dia mendesak Yasonna Laoly mundur dari jabatannya.

“Menkumham harus tanggung jawab. Insiden yang menewaskan 41 orang narapidana ini peristiwa besar, menyangkut nyawa orang Indonesia yang harus dilindungi. Sebaiknya Menkumham mundur kalau masih punya malu,” ujarnya.

detikcom telah berupaya meminta tanggapan Yasonna Laoly terkait cuitan Fadli Zon tersebut. Namun hingga kini belum ada respons dari Yasonna Laoly.

Kebakaran Lapas Tangerang Tewaskan 41 Orang

Untuk diketahui, Kebakaran maut di Lapas Kelas I Tangerang, Banten, menewaskan 41 narapidana. Fakta yang terungkap, lapas itu kelebihan kapasitas dan sel terkunci saat api membesar.

Kebakaran itu terjadi pada pukul 01.45 WIB dini hari tadi. Dan, berhasil dipadamkan pukul 04.00 WIB. Api muncul dari Blok CII, yakni blok khusus kasus narkotika.

Lapas Kelas I Tangerang Overkapasitas

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly menyampaikan dua orang yang tewas di antaranya warga negara (WN) Afrika Selatan (Afsel) dan Portugal.

“Data yang saya peroleh menyebutkan ada 41 orang yang meninggal akibat kebakaran ini. Salah satu korban meninggal adalah warga binaan kasus terorisme, satu tindak pidana pembunuhan, sementara lainnya narkoba. Dua di antara korban meninggal merupakan warga negara asing dari Afrika Selatan dan Portugal,” tuturnya.

Kebakaran maut di Lapas Kelas I Tangerang juga diselimuti masalah klasik: overkapasitas. Pada saat kejadian kebakaran, lapas itu berisi 2.069 narapidana (napi) dan tahanan, padahal seharusnya hanya berisi 900-an orang. Sementara itu, total penjaga 13 orang untuk 4 blok yang ada di lapas itu.

“Lapas Tangerang ini overkapasitas 400 persen. Penghuni ada 2.072 orang,” kata Yasonna.

 

Sumber : detik.com