Kecurangan di Tapteng, Dugaan Pengerahan Birokrasi hingga Intimidasi

0
244
Ilustrasi Pemilu 2019. (Net)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Jakarta

Dugaan kecurangan secara terstruktur, sistematis dan masif Pemilu 2019 terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Sejumlah partai politik (parpol) telah melaporkannya ke Bawaslu

Dugaan kecurangan terjadi dalam berbagai bentuk, dari pengerahan birokrasi, pencoblosan surat suara oleh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), hingga intimidasi.

Ketua DPD Partai Perindo Tapteng Milson Silala mengatakan, pengerahan birokrasi terlihat dari tidak netralnya aparatur sipil negara (ASN). Sejumlah lurah diketahui mengarahkan warganya untuk memenangkan caleg dari parpol tertentu. Belum lagi kecurangan di tempat pemungutan suara (TPS).

Milson mencontohkan di salah satu TPS Kecamatan Barus yang dalam DPT terdapat 237 pemilih. Saat pemungutan suara, terdapat 70 orang gagal memilih karena disebutkan surat suara habis. ”Ketika rekapitulasi berlangsung, 237 surat suara ternyata ada semua,” kata Milson, Selasa (23/4/2019).

Menurut dia, kecurangan ini ditengarai sistematis dan masif karena terjadi di banyak TPS. Beredarnya video tentang petugas KPPS mencoblos surat suara itu disebutnya hanya salah satu contoh.

Ketua DPD Partai Golkar Tapteng Buyung Sitompul mengatakan, pengerahan birokrasi tidak hanya melibatkan lurah, namun juga dokter-dokter PTT. Tidak hanya itu terjadi pula intimidasi dari oknum-oknum tertentu.

Menurut Buyung, intimidasi itu juga dialami ketua Bawaslu Tapteng. ”Saya baru bertemu ketua Bawaslu, dia tidak ngantor karena diintimidasi. Bukan hanya dia, saya juga diancam-ancam agar tidak lapor Bawaslu,” katanya.

Buyung menegaskan, jika ASN secara bersamaan melakukan kecurangan, maka hal itu mustahil inisiatif sendiri. Ada upaya komando yang diduga dari pemimpin teratas di birokrasi Tapteng.

Terhadap kecurangan ini sejumlah parpol telah melaporkan ke Bawaslu. Selain Perindo dan Golkar, juga PSI, PKPI, dan Partai Garuda. ”Kami menuntut pemungutan suara ulang di seluruh wilayah, bukan hanya di 11 TPS yang direkomendasikan,” kata dia.

Sumber : iNews.id