Beranda Hukum Kejari Asahan Sebar Foto DPO Eks Kepala SMKN 2 Kisaran di Media...

Kejari Asahan Sebar Foto DPO Eks Kepala SMKN 2 Kisaran di Media Sosial

101
0
Gambar mantan Kepala SMK Negeri 2 Kisaran, Zulfikar yang dikeluarkan Kejari Asahan. Zulfikar kini berstatus DPO setelah tak pernah mememuni panggilan penyidik Pidsus Kejari Asahan terkait kasus dugaan korupsi dana BOS tahun 2017 sebesar Rp 900 juta lebih. Facebook Kejari Asahan
Loading...

Buktipers.com – Asahan (Sumut)

Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Asahan masih memburu mantan Kepala SMK Negeri 2 Kisaran, Zulfikar. Perburuan antara lain dilakukan Korps Adhyaksa tersebut, melalui penyebaran gambar Zulfikar di media sosial.

Zulfikar sudah sebulan lebih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait dugaan penyelewenang dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2017 sebesar Rp 900 juta.

Hingga Selasa (9/4/2019), keberadaan tersangka kasus dugaan korupsi dana BOS itu, hingga kini belum juga terlacak oleh kejaksaan.

“Sampai saat ini masih kami cari keberadaannya,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Asahan, Aji Satrio Prakoso, Selasa (9/4/2019).

Berbagai upaya dilakukan agar Zulfikar menyerahkan diri kepada penyidik Pidsus Kejari Asahan untuk menjalani pemeriksaan. Antara lain, menyurati Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut agar meminta pihak Imigrasi untuk melakukan pencekalan terhadap Zulfikar.

Baca Juga!  Kecelakaan di Jalur Lintas Sumatera, 1 Tewas 6 Luka-Luka

Sebab, dari tiga kali panggilan yang dilayangkan, tak satu pun dipenuhi oleh tersangka, sehingga penyidik menetapkannya sebagai DPO.

Selain itu, Kejari Asahan juga menyebarkan foto Zulfikar di medsos supaya masyarakat yang mengetahui keberadaan tersangka bisa segera melaporkannya kepada petugas.

“Kami juga sudah memasukkan foto tersangka ke dalam medsos Kejari Asahan,” ucapnya.

Meski berstatus DPO, penyidik Pidsus Kejari Asahan menjamin tersangka tidak akan mampu menghilangkan dokumen penting yang menjadi barang bukti dalam kasus ini. Aji mengaku seluruh barang bukti telah berhasil diamankan.

“Kalau barang bukti lain sudah kami amankan,” sebutnya.

Disinggung kemungkinan akan ada tersangka lain dari kasus ini, Aji mengaku belum ada petunjuk yang berasal keterangan saksi-saksi atau pun barang bukti yang mengarah ke sana.

Baca Juga!  Miliki Ganja Kuli Bangunan Di Ciduk Polisi

“Untuk calon tersangka lain belum ada,” ujarnya.

Zulfikar ditetapkan sebagai tersangka diduga melakukan penyelewenang dana BOS 2017 sebesar Rp 900 juta lebih. Ia disebut-sebut menggunakan dana BOS tidak sesuai aturan ketika masih menjabat sebagai Kepala SMK Negeri 2 Kisaran.

Bahkan saat memimpin sekolah tersebut, Zulfikar sempat didemo oleh para siswa SMK Negeri 2 Kisaran pada 2018 lalu. Tindakan itu sebagai akibat dari protes siswa yang menuntut diberlakukan kembali praktikum belajar.

Namun, ketika itu Zulfikar selaku pemimpin SMK Negeri 2 Kisaran berdalih sekolah tidak memiliki dana.

Alasan itu justru bertolak belakang dengan kucuran dana BOS yang telah diterima oleh pihak sekolah yang ternyata mencapai miliaran rupiah.

Baca Juga!  Wakil Wali Kota Buka Workshop Pengembangan Kapasitas P4GN

Sumber : tribunnews.com

Loading...