Kejari Lingga Tangani 3 Kasus Dugaan Korupsi, Ini Paparan Kasi Pidsus

0
155
Kasi Pidsus, Jossua.
Dijual Rumah

Lingga, buktipers.com – Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Lingga, lagi fokus terhadap tiga kasus dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab.

Ketiga perkara tersebut, satu lagi menunggu penjilitan, satu akan disidangkan, dan satu perkara dugaan korupsi Dana Desa (DD), dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan.

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Lingga, kepada wartawan.

“Tiga kasus yang tetap kita tindak lanjuti, yakni, Pertama kasus dugaan korupsi pekerjaan pengecatan RSUD Dabo Kecamatan Singkep tahun anggaran 2018-2019, kedua kasus dugaan korupsi proyek tugu cangkul di wilayah Sungai Besar Daik Lingga, dan yang ketiga kasus dugaan korupsi  anggaran dana desa Berindat,”beber Kajari Lingga, Imang Job Marsudi SH, MH melalui Kasi Pidsus, Jossua, Jum’at (12/6/2020).

Kata Jossua, untuk kasus dugaan korupsi pemeliharaan gedung atau pengecatan RSUD Dabo Kecamatan Singkep, meiskipun dari hasil penyelidikan, kerugian negara sebesar Rp. 555.852.808 sudah dikembalikan oleh oknum tersangka, berinisial AW.S dan SN, namun untuk perkara tuntutan hukumannya tetap berlanjut, katanya.

Saat ini mungkin sudah masuk ke jaksa penuntutnya, tinggal pemberkasan. Nanti kita jilid dan limpahkan. Namun sembari menunggu dari Polres, kalau bisa biar drop sekali jalan, ujarnya.

Dan dugaan penyelewengan anggaran pembelanjaan dana BLUD RSUD Dabo tahun 2018 sebesar Rp.551.414.600 dengan oknum tersangka yang sama, berinisial AW.S, selaku Direktur RSUD Dabo, pada waktu itu, tambahnya.

Sedangkan untuk perkara pekerjaan tugu cangkul yang ditangani pihak Ditreskrimsus Polda Kepri, beberapa waktu lalu, tersangkanya masih tetap empat orang hingga kini. Dan perkembangannya, saat ini penuntutannya sudah masuk tahap ll, kita lakukan. Ini mungkin mau dilimpahkan jaksa penuntut umum dari Kejati, karena proses perkaranya di Kejati, namun untuk penyelesaian penuntutannya  masih di Kejari Lingga, jelasnya.

“Perkara ini, Insya Allah dalam Minggu ini, jika tidak ada halangannya pihak Kejati juga akan melimpahkannya ke pengadilan, dan kemungkinan besar juga pelaksanaan gelar sidangnya itu menggunakan sistem vicon. Dimana nanti, para saksi-saksi tetap berada di Dabo Singkep dan para terdakwanya tetap berada di rutan Polda, namun gelar sidang perkaranya akan tetap berlanjut,”ujarnya.

Dan untuk kasus anggaran Dana Desa Berindat, Kecamatan Singkep Pesisir, tahun anggaran 2018 – 2019, yang diduga telah terjadi penyelewengan anggaran oleh oknum bendahara dan Kades. Saat ini perkara tersebut kita sedang melakukan penyelidikan dan nanti akan ditingkatkan ke tahap penyidikan, pungkasnya.

(Zul)