Kejari Pringsewu Tahan Dua Tersangka Kasus Tipikor RSUD Pringsewu

0
41
Salah seorang tersangka tampak dibawa petugas.
Dijual Rumah

Pringsewu, buktipers.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pringsewu, menahan dua tersangka kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pembangunan gedung rawat inap kelas III Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pringsewu,  Rabu (7/10/2020).

Kedua tersangka yaitu SR, sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan MN sebagai rekanan.

Dengan berpakaian rompi pink, keduanya dibawa kemobil tahanan dan dititipkan di rutan.

“Setelah pelimpahan dari jaksa penyidik Kejari ke jaksa penuntut umum dan kedua terdakwa dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan dan dititipkan di Rumah Tahanan Kota Agung, ” ucap Kajari Pringsewu, Amru E. Siregar.

Masih kata Amru, pembangunan gedung yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan sebesar Rp.3.557.370.000, ditambah dengan dana sharing dari APBD kabupaten Pringsewu sebesar 15%, yaitu Rp. 355.737.000, dengan total dana yang diterima sebesar Rp. 3.913.107.000 (tiga milyar sembilan ratus tiga belas juta seratus tujuh ribu rupiah).

Akan tetapi pembangunan gedung rawat inap tersebut tidak sesuai spesifikasi pada kontrak, sehingga menimbulkan kerugian negara yang dilakukan perhitungan oleh ahli BPKP yang mendasarkan pada perhitungan tekhnis ahli konstruksi dengan didasarkan dokumen yang digunakan untuk pembangunan.

Dan didapat hasilnya, bahwa adanya kerugian keuangan Negara dalam pembangunan gedung rawat inap kelas III RSUD Pringsewu TA. 2012 sebesar kurang lebih Rp.717.000.000.

“Keduanya dikenakan Pasal 2 UU 31 Tahun 1999 jo Pasal 55 KUHP Subsider Pasal 3 UU 31 Tahun 1999 junto UU No 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” tutupnya.

(JN)