Kejari Sergai Gelar Konferensi Pers Tentang Penggeledahan Kantor KPU Sergai

0
34
Kajari Sergai, Donny Haryono Setiawan SH, didampingi Kasi Intel, Agus Adi Atmaja dan Kasi Pidsus, Elon Pasaribu SH saat beri keterangan dalam konferensi pers.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Terkait penyegelan dan penggeledahan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Kejaksaan Negeri (Kejari) Sergai, ternyaka untuk pencarian barang bukti kasus dugaan tindak pidana korupsi dana hibah Pilkada Tahun Anggaran 2019-2020.

Hal itu dibenarkan Kajari Sergai, Donny Haryono Setiawan, SH, didampingi Kasi Intel Agus Adi Atmaja, SH dan Kasi Pidsus, Elon U.P. Pasaribu, SH saat konferensi pers, di Aula Adhyaksa, Kejari Sergai di Sei Rampah, Jumat (21/5/2021), sekitar pukul 10.45 WIB.

Dijelaskan Kajari, sebelumnya perkara ini sudah didalami pihaknya, dimana dokumen itu sudah mereka minta, namun tidak diberikan sehingga mereka melakukan penggeledahan.

“Hal itu terkait dugaan tindak pidana korupsi terkait penggunaan dana hibah Tahun Anggaran 2019-2020 untuk pelaksanaan Pilkada Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2020 dengan nilai keseluruhannya sebesar Rp 36,5 Miliar,” tegas Kajari lagi.

Donny menuturkan, dokumen yang disita saat ini sebanyak 10 box, guna pemeriksaan lebih lanjut.

Dan saksi yang sudah kita periksa sebanyak 13 orang, sementara untuk komisioner KPU, sudah 2 orang kita panggil dimintai keterangan, katanya.

“Saat ini belum menetapkan tersangka, karena ini masih penyidikan umum kita masih fokus kepada pengumpulan alat buktisebanyak-banyaknya,” imbuhnya.

Nanti, kata Kajari, berdasarkan alat bukti itulah, baru kita menetapkan tersangkanya oleh karena itu kita ikuti hukum acara tersebut.

“Kita masih kerja terus, semua pihak terkait dan ahli akan kita jadwalkan pemanggilan, kita akan membangun kasus ini secara komprehensif supaya lebih kuat pembuktian secara yuridis,” tutup Kajari Sergai.

Ditambahkan Kasi Pidsus, Elon U.P. Pasaribu, pihaknya menuju kantor KPU Sergai, pada Kamis (20/5/2021), sekitar pukul 10.00 WIB dengan melakukan penggeledahan dan mengambil dokumen yang dianggap perlu kepada pihak terkait dari KPU Sergai.

“Saat penggeledahan tersebut Ketua KPU tidak di kantor, namun yang ada 2 komisioner, para Kasubag, dan sejumlah staf,” jelasnya.

Ia menambahkan, Ketua dan Sekretaris KPU Sergai sudah  diundang sebelumnya, namun masih beralasan sakit, tapi tidak ada dilengkapi surat dokter.

Saat penggeledahan itu, kita juga temukan dokumen yang sudah disobek dan dibuang di keranjang sampah. Jadi ada unsur untuk membuang barang bukti,” ujarnya. Dan  tentang langkah pencekalan, Kajari mengatakan belum ada.

 

(ML.hrp)