Keluarga Bongkar dan Pindahkan Makam di Tobasa, Hasil Tes Swab Negatif Covid-19

0
2
Makam pasien yang dipindahkan di Tobasa setelah hasil swab keluar dan dinyatakan negatif. (Foto: iNews/Rifandi Lubis)

Balige, buktipers.com – Makam pasien reaktif hasil rapid test dibongkar keluarga. Mereka mengangkat peti jenazah dan memindahkannya untuk dikuburkan ulang di lokasi permakaman keluarga.

Peristiwa ini terjadi di Desa Meat, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumatera Utara, Kamis (10/9/2020). Keluarga memindahkan jenazah setelah hasil tes swab dinyatakan negatif Covid-19.

Informasi dirangkum iNews, jenazah pasien berinisial ES ini meninggal pada usia 78 tahun di Rumah Sakit Umum HKBP Balige, Minggu (6/9/2020). Sebelumnya, dia telah menjalani perawatan di rumah sakit tersebut selama tujuh hari dengan keluhan asam lambung dan jantung.

Saat meninggal, jenazah ES dimakamkan sesuai dengan protokol kesehatan karena hasil rapid test dinyatakan reaktif. Keluarga ketika itu sempat meminta agar ES dikuburkan di lokasi permakaman keluarga, namun petugas menolak dan menyebut jika pasien harus dimakamkan terpisah.

Keesokan harinya, hasil swab ES dikeluarkan Rumah Sakit Tarutung dan dinyatakan negatif. Dengan dasar hasil swab tersebut, keluarga dan tokoh masyarakat setempat berembuk dan akhirnya membongkar kembali makam ES untuk dipindahkan.

Helena Siahaan anak pasien yang meninggal menyesalkan sikap petugas yang dinilainya sangat overacting dalam menangani penguburan orang tuanya.

“Memang ini protokol kesehatan, namun praktik di lapangan sangat berlebihan. Orang tua saya sudah lanjut usia, cucunya bahkan sudah punya anak. Kami harus menghormatinya dan setelah berembuk dengan keluarga dan pemerintah desa secara adat, kami berkoordinasi untuk memindahkan makamnya,” ujar Helena, Kamis (10/9/2020).

Dia juga menyesalkan pelayanan kesehatan yang dinilai lambat. Sebab hasil swab terhadap pasien ES baru keluar setelah menjalani perawatan selama tujuh hari. Dampaknya, orang tuanya yang sakit karena sudah usia lanjut disebut sebagai pasien Covid-19.

 

Sumber : iNews.id