Keluarga Kembalikan Uang Duka atas Kematian Tahanan Narkoba di Polrestabes Medan

0
39
Ibu tahanan yang meninggal di Polrestabes Medan menyerahkan kembali amplop duka ke polisi. (Foto: iNews/Adi Palapa Harahap)

Medan, buktipers.com – Keluarga almarhum Rudolf Simanjutak, salah satu tahanan kasus narkoba yang meninggal dalam penjara mendatangi Polrestabes Medan. Tujuan mereka untuk mengembalikan uang duka yang diterima ke Unit III Narkoba Polrestabes Medan.

Keluarga menilai Rudolf meninggal secara tidak wajar. Mereka datang ke Kantor Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan di Jalan HM Said dengan didampingi kuasa hukum.

“Kedatangan kami mengembalikan amplop duka dari oknum polisi, di situ tertulis kanit III Satresnarkoba Polrestabes Medan,” ujar kuasa hukum keluarga, Husni Tanjung, Jumat (21/8/2020).

Dia mengungkapkan, keluarga yang menjadi kliennya tidak mau menerima uang duka tersebut. Mereka hanya mau kejelasan yang menjadi penyebab anaknya meninggal.

“Keluarga mau tanya kenapa anaknya bisa meninggal tapi malah dikasih uang. Keluarga meyakini ada bekas luka di kepala pada bagian jidat, tangan dan kaki,” katanya.

Menurutnya, sebelum ke Polrestabes Medan, mereka sudah ke Polda Sumut untuk membuat laporan polisi atas dugaan penganiayaan.

“Apa terduga pelaku oknum polisi atau penjaga tahanan kami tidak tahu. Kami hanya minta pertanggungjawaban,” ucapnya.

Sementara itu, Kasatnarkoba Polrestabes Medan Ronny Nicholas Sidabutar saat dikonfirmasi via telepon mengatakan, sejak pandemi Covid-19 tahanan overkapasitas.

Sebelumnya almarhum Rudolf Simanjuntak ditangkap pada 15 Juli. Dia kemudian ditahan 21 Juli lalu diserahkan ke Rumah Tahanan Polrestabes Medan pada 30 Juli.

Menurut teman satu sel tahanan, yang bersangkutan memang mengeluh asam urat dan panas tinggi. Lalu tahanan dibawa ke RS Bhayangkara untuk penanganan medis. Sampai di sana, dia meninggal dunia.

Untuk membuktikannya, di RTP ada CCTV. Bila diperlukan rekamannya bisa diperiksa jika ada penganiayaan. Selain itu, sebelum penyerahan jenazah, keluarga sudah menandatangani surat pernyataan agar tidak divisum.

 

Sumber : iNews.id