Keluhan P2KD: Tahapan Pilkades di Sergai Berlangsung, Anggaran Belum Jelas

0
2
Sarwo, Ketua P2KD Teluk Mengkudu.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Setelah dibentuknya Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, sampai sekarang tahapan sudah berlangsung, tapi kejelasan berapa anggaran yang akan kami terima sampai sekarang belum juga jelas.

Demikian disampaikan Ketua P2KD Bogak Besar Kecamatan Teluk Mengkudu, Sarwo Edi Subowo, S.Pd, kepada media ini, Sabtu (18/12/2021).

Lanjutnya, berdasarkan komunikasi kami dengan beberapa kawan P2KD lainnya, ada beberapa usulan dari kawan kawan P2KD kepada yang berwenang menangani ini diantaranya.

“Mohon info nominal anggaran Pilkades disegerakan. Agar kami bisa menyusun proposal Pilkades sesuai petunjuk Perbup,”jelasnya.

Kemudian, kata Sarwo, kalau bisa bulan Desember atau awal tahun, sudah ada dana yang bisa diterima P2KD.

“Karena selama tahapan yang berjalan, sudah sangat banyak juga pendahuluan dana dari kami. Hitungannya sudah jutaan lah,”ujarnya.

Mantan PPK Teluk Mengkudu ini juga menjelaskan, dengan adanya pembatasan 1 TPS maksimal 500 orang, pasti membuat jumlah TPS semakin banyak. Tentunya anggaran operasional hari “H” juga pasti bertambah banyak, katanya.

“Berdasarkan informasi yang kami terima waktu sosialisasi di Aula Pemkab anggaran yang akan kita kelola tidak beda jauh dari anggaran Pilkades sebelumnya. Tentunya ini sangat mengkhawatirkan kami P2KD. Memang sekarang anggaran itu lagi dibahas Pemkab bersama Anggota DPRD. Kami yakin pemkab pasti sudah memperhitungkan semuanya,”paparnya.

“Namun kami juga masih was – was, apakah cukup atau tidak. Untuk itu kami berharap, kalau bisa Perwakilan P2KD dilibatkan dalam membahas anggaran,” imbuhnya.

Masih kata Sarwo Edi Subowo, pihaknya juga sudah mencoba membuat contoh proposal Pilkades, karena saya pernah menjadi PPK pada Pilkada kemarin, tentunya sudah punya panduan dari KPU berapa anggaran tiap kegiatan nya. Itu tidak kami buat sama persis, tapi kami sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kami, katanya.

“Satu lagi, dari pengalaman kami pada Pilkades ini dan Pilkades sebelumnya. Panduan berita acara dan Konsep konsep administrasi lainnya itu tidak lengkap dari Kabupaten, sehingga tiap P2KD membuatnya sesuai versi masing masing. Kalau yang sudah pernah menjadi penyelenggara tentu itu tidak susah. Bagaimana kalau yang belum pernah,” bilangnya.

Terakhir, sebut Sarwo, mereka berharap, ayo kita duduk bersama. Kalau bisa kita diskusi dengan KPU sebagai profesional nya penyelenggara Pemilu dan pemilihan untuk menyusun draf administrasi yang akan digunakan untuk Pilkades ini maupun yang akan datang.

“Kepala Dinas PMD sekarang kan baru dilantik, ini salah satu peluang buat beliau untuk mewariskan melengkapi konsep konsep administrasi yang belum lengkap ini untuk panduan Pilkades sekarang maupun yang akan datang. Insya Allah akan menjadi amal Zariah juga buat beliau,” tutupnya.

 

(ML.hrp)