Kemdikbud Angkat Bicara soal Dugaan Ujaran Kebencian Dosen UGM ke Ade Armando

0
3
Plt Direktur Jenderal Diktiristek Kemendikbud-Ristek, Prof Nizam (Foto: Rahel/detikcom)
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com  – Belakangan media sosial dihebohkan dengan pria yang disebut dosen UGM, Karna Wijaya, diduga melakukan ujaran kebencian terhadap Ade Armando. Plt Direktur Jenderal Diktiristek Kemdikbud-Ristek, Prof Nizam menyebut rektor UGM sudah turun tangan.

“Tentang dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) sudah ditindaklanjuti oleh rektor UGM untuk dilakukan klarifikasi oleh Dewan Kehormatan Universitas,” kata Nizam kepada detikcom, Minggu (17/4/2022).

Ia menyayangkan jika benar adanya dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh pegiat akademik, baik dosen maupun mahasiswa. Menurutnya, ujaran kebencian tidak elok dilakukan oleh siapapun.

“Tentang ujaran kebencian, saya rasa tidak elok dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa. Terlebih di bulan suci Ramadan yang seharusnya kita jaga emosi, tutur kata dan tulisan kita,” ucapnya.

Seperti diketahui, pria yang disebut dosen UGM, Karna Wijaya, diduga melakukan ujaran kebencian kepada Ade Armando yang dikeroyok di aksi 11 April 2022 di sekitar gedung DPR RI. Pihak UGM akan memanggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan.

Dilansir dari detikJateng, akun Twitter @MurtadhaO*** yang mengunggah unggahan diduga dari Karna Wijaya berisikan ujaran kebencian. Ada kolase foto yang disebut ujaran kebencian kepada Ade Armando diduga oleh Karna Wijaya yang kini sudah hilang.

Kabag Humas dan Protokol UGM Dina W Kariodimedjo mengatakan pihak kampus telah mengetahui soal kasus tersebut. Pihak UGM akan memanggil yang bersangkutan.

“Kami ingin menginformasikan bahwa UGM memiliki Dewan Kehormatan Universitas yang akan menindaklanjuti dugaan pelanggaran etika,” kata Dina kepada wartawan, Minggu (17/4).

Dia menyebut UGM selalu meminta agar sivitas akademika-nya bijak dalam bermedia sosial.

“UGM juga senantiasa mengingatkan kepada seluruh warganya untuk berperilaku sesuai dengan jati diri UGM dan menjunjung tinggi etika, termasuk dalam penggunaan media sosial,” katanya.

 

Sumber : detik.com