Kendaraan Dinas Polisi Siantar, Langgar Peraturan LLAJ

0
1334
IMG-20170909-WA0001
Dijual Rumah

BuktiPers.Com – Pematangsiantar (Sumut)

Hukum dan peraturan Lalu-lintas dan Angkutan Jalan, ibarat tebang pilih di Polresta Siantar, Pasalnya Polisi sebagai penegak hukum dan aturan di Negara Republik Indonesia tidak menjalankan aturan sendiri/melanggarnya

Seperti yang dikeluhkan Rollys Sihura salah satu warga Siantar, dimana pernah terjaring razia karena plat belakang kendaraan bermotor miliknya rusak dan tidak terpasangkan, Dan Sihura harus mengikuti aturan dengan menerima surat tilang serta sidang di Pengadilan Negeri Siantar.

Namun amatan BuktiPers.Com, Sabtu (9/9/2017) kendaraan dinas personil polisi yang terparkir di halaman Mapolresta Siantar dibiarkan dan digunakan personil walau pun melanggar aturan.

Hal aturan yang dilanggar kendaraan dinas polisi tersebut sudah tertuang dalam UU Republik Indonesia nomor 22 tahun 2009 tentang Peraturan Lalu-Lintas dan Angkutan Jalan.

Seperti yang tertuang dalam pasal 68 ayat (1) Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di jalan wajib dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan
Bermotor dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor. (2) Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat data Kendaraan Bermotor, identitas pemilik, nomor registrasi Kendaraan Bermotor, dan masa berlaku. (3) Tanda Nomor Kendaraan Bermotor sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) memuat kode wilayah, nomor registrasi, dan masa berlaku. (4) Tanda Nomor Kendaraan Bermotor harus memenuhi syarat bentuk, ukuran, bahan, warna, dan cara pemasangan. (5) Selain Tanda Nomor Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat dikeluarkan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor khusus dan/atau Tanda Nomor Kendaraan Bermotor rahasia.

Dan sanksi atas pelanggaran tertuang dalam pasal 280, Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

Dan saat dicoba dikonfirmasi AKP. Eridal Fitra, SH, selaku Kasat Lantas Polresta Simalungun di ruangannya, terkait hal tersebut namun tidak ditemui dan SMS yang dilayangkan tidak dibalas hingga berita diturunkan redaksi. (RS/Red)