Kendaraan Nunggak Pajak, Polantas Siantar Tilang Dengan UU No. 22 Tahun 2009 Pasal 288 Ayat 1

0
4588
IMG_20170913_190546

BuktiPers.Com – Pematangsiantar (Sumut)

Pangulu Nagori Rawang Pardomuan Nauli, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, Adiris Simanjuntak kecawa atas perlakuan Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polres Siantar yang melakukan penilangan pada pelaksanaan razia, Sabtu (9/9/2017) lalu di Jln Lintas Siantar – Saribudolok.

Pada saat dihentikan dalam pemeriksaan kelengkapan surat-surat kendaraan, Adiris telah menunjukkan seluruh surat-surat yang diminta sang Polantas bernama Bripka Ramlan, namun dirinya tetap ditilang karena pajak kendaraan sudah tiga tahun tidak dibayar.

Awalnya Adiris merasa bingung dengan ucapan Bripka Ramlan yang mengatakan agar cepat-cepat karena takut nantinya terlihat wartawan. Namun Adiris tetap minta agar jangan ditilang, karena sepedamotor yang dikendarainya jelas-jelas kendaraan dinas pangulu dan baru satu tahun jadi inventarisnya.

“Ini kendaraan dinas, Pak. Baru satu tahun sama saya, jadi tolonglah jangan ditilang,” ujar Adiris mengulang perkataannya kepada petugas tersebut.

Kepada BuktiPers.Com, Selasa (19/9/2017) Pangulu yang baru menjabat satu tahun ini meminta agar penilangan tersebut dipertanyakan ke Kasat Lantas Polres Siantar, karena sepengetahuannya bahwa masalah pajak kendaraan bukan urusan polisi, namun sudah ada instansi yang menangani yakni Dispenda.

“Kalau masalah telat bayar pajak, kan sudah ada denda yang diaturkan Dispenda,” ujarnya kesal.

Anehnya, setelah melihat surat tilang tersebut, Bripka Ramlan memberikan pasal pelanggaran UU No. 22 Tahun 2009, pasal 288 ayat 1 yang isinya: “Setiap kendaraan bermotor tidak dilengkapi dengan STNK/STCK sesuai yang ditentukan polri (tidak sah) didenda maksimal Rp. 500.000”.

Polantas Siantar ini diduga membuat pasal pelanggaran lalu lintas tersebut secara suka-suka dan tidak sesuai dengan pelanggaran yang sebenarnya. Karena Adiris pada waktu itu telah menunjukan semua surat-surat yang dimintakan sang Polantas.

Hingga berita ini dilayangkan ke meja redaksi, Polantas Bripka Ramlan dan Kasat Lantas Polres Siantar belum berhasil dikonfirmasi. (01/Red)