Kepala Desa Gedung Mulya Diduga Curang Kelola Dana Desa, Berikut Pengakuan Anggota BPD dan Tukang v

0
378
Ilustrasi korupsi dana desa dan foto surat pernyataan tukang yang menjelaskan pengerjaan proyek pakai Dana Desa.
Dijual Rumah

Mesuji, buktipers.com – Kepala Desa Gedung Mulya, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, Harsono, diduga curang dalam mengelola Dana Desa (DD), seperti dalam pembangunan gorong – gorong plat beton tahun 2017, lalu.

Tokoh masyarakat segempat, yang tidak mau disebutkan namanya, kepada wartawan, mengatakan, bahwa di tahun 2017 lalu, Desa Gedung Mulya membangun jembatan plat beton yang diketahui ada sekitar 15 titik, dengan anggaran Rp. 17.800.000; (tujuh belas juta delapan ratus ribu rupiah) per titiknya, dan pembangunan fisiknya tidak sesuai dengan biaya yang telah dikeluarkan oleh negara. Terlihat banyak dugaan penyimpangan anggaran yang tentunya sangat merugikan Negara, ucapnya, Jumat (13/12/2019), lalu.

Mirisnya lagi, ada satu jembatan yang diduga fiktif, katanya.

“Pembangunan jembatan cor beton di Rk. 03 ada satu gorong-gorong pembanguan anggaran tahun 2016, hanya dipoles semen dan cet, lalu dimasukkan anggarannya di tahun 2017, “bebernya lagi.

Masih katanya, di Rk 1 sampai 4, ada pembangunan gorong – gorong plat beton, itu sebagian ada yang cuma ditambah samping aja, biar kelihatan bangunan baru. Sedangkan gorong – gorong lamanya tetap tidak dibongkar, namun di plang informasi kegiatan, anggaran tertulis Rp. 17.800.000; per jembatan cor beton, ungkapya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan salah satu tukang yang bekerja dalam pembangunan jembatan tersebut, Budi, mengatakan, bahwa rincian material setiap satu titiknya, di pekerjaan yang ia kerjakan untuk jembatan jalan besar ukuran 7 m X 1 m, menghabiskan besi ukuran 10” 10 batang, pasir 2 kubik, split 2 kubik, dan 12 sak semen. Borongan tukang Rp. 1500.000 (satu juta lima ratus ribu) semua dan kalau ditotal, mungkin cuma kisaran Rp6 juta/titik bangunan.

“Selama saya bekerja dan saya rinci setiap jembatan cor beton, hanya menghabiskan biaya sekitar Rp.6 juta setiap satu titiknya. Makanya saya kaget, begitu melihat plang nama kegiatan jembatan cor beton tersebut Rp. 17. 800.000. (tujuh belas juta delapan ratus ribu rupiah). Itu juga untuk plang informasi, dipasang setelah bangunan selesai, dan besoknya udah hilang gak tau siapa yang nyabutnya, “ungkapnya.

Keterangan itu pun dikuatkan dengan pernyataan tukang yang kebetulan juga bekerja membuat gorong gorong di desa tersebut, yaitu Sukarjan. Menurutnya, apa yang ia kerjakan sama persis dengan Budi.

Selain itu, keterangan tersebut juga dikuatkan dengan salah satu anggota BPD Desa Gedung Mulya, Murdiman.

Ia menerangkan, bahwa memang benar ada beberapa bangunan gorong – gorong plat beton yang ditambal sulam, seperti yang disampaikan oleh tukang, Sukarjan dan Budi.

“Iya benar, apa yang disampaikan para tukang, walaupun tambal sulam anggaran yang dikeluarkan tetap Rp.17.800.000,” terang Murdiman,

Sampai berita ini diturunkan, Kades Gedung Mulya, belum bisa dikonfirmasi.

(Jun/tim)