Kepala DLH Labuhanbatu Tolak Hasil Swab Covid-19

0
337
Foto Kepala DLH Labuhanbatu dan surat keterangan hasil swab dari Rumah Sakit.
Dijual Rumah

Labuhanbatu, buktipers.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Labuhanbatu, H. Nasrullah SH, menolak hasil swab Covid-19 yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, berdasarkan hasil laboratorium Rumah Sakit Murni Teguh, Rumah Sakit Royal Prima, Laboratorium Klinik Bunda Tamrin, dan Laboratorium Rumah sakit Umum Adam Malik.

Hal ini diketahui, ketika viralnya pernyataan Kepala DLH tersebut, di medsos, beberapa waktu lalu yang menyatakan informasi dirinya terpapar Covid-19 adalah hoax.

Namun sayangnya, stagmen tersebut tidak dibarengi dengan menunjukkan hasil swab yang menyatakan dirinya negatif Covid-19.

Begitu juga ketika dikonfirmasi awak media, pada Jum’at (25/9/2020), lalu, yang bersangkutan juga tidak menjawab.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, seperti pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera yang ditandatangani Sekretarisnya, dr.Yudhariansyah MM, bahwa dari tujuh nama masyarakat Labuhanbatu yang terinfeksi virus corona, satu di antaranya tercantum nama Kepala DLH Labuhanbatu, yang tinggal di  jalan nenas.

Begitu juga surat keterangan Rumah Sakit Umum Royal Prima No: 921/EXT/ SP/ RSURP/IX/2020 yang ditandatangani, dr. Sadarita Sitepu Sp.P,  pada tanggal 17 September 2020 yang menyatakan bahwa atas nama N (56), tanggal lahir 27 November 1963 yang beralamat di jalan Nenas, dinyatakan benar pasien yang dirawat di RSU Royal Prima dengan diagnosa Covid-19 terkonfirmasi farsisten sembuh dinyatakan boleh pulang, dengan keadaan klinis batuk, demam dan sesak sudah tidak ada dan harus melakukan isolasi diri selama 7 hari di rumah.

Dari situ dapat disimpulkan bahwa yang bersangkutan N adalah pasien Covid-19, dan informasi yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu, H. Kamal, bukan hoax.

“Kita sampaikan ini berdasarkan data dari RSU Royal Prima Medan dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, yang bertujuan memutus rantai penyebaran Covid-19, bukan bermaksud untuk menyudutkan mereka yang terinfeksi virus tersebut,”kata Kamal.

Karena di Labuhanbatu, termasuk tanggung jawab kami, dari itu ketika ada informasi warga Labuhanbatu terpapar, kami harus menyikapinya, ucap Kamal.

Terkait pernyataan Kepala DLH yang mengatakan informasi yang disampaikan Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu adalah hoax, H. Kamal menyebutkan “saya sampaikan ini berdasarkan data, kok dibilang hoax. Hoax itu kan ketika kita sampaikan informasi, namun tidak berdasarkan data, “ujar Kamal lagi.

Ditanya kronologi beredarnya hasil swab Kepala Dinas tersebut, dia mengaku tidak pernah menyebarkan selebaran tersebut. Saya juga heran, mengapa selebaran itu bisa beredar di medsos, ujarnya.

Sementara, Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Dinas Kesehatan Labuhanbatu, Yusrijal Siregar S.K.M, MM mengatakan, Covid-19 bukanlah aib, masyarakat harus tahu itu, agar bisa waspada dan berhati-hati, karena virus ini berbahaya.

 

(Syafii Harahap)