Kepala Syahbandar Sebut PNBP Tidak Dibayar Owner, Inspektorat Jadikan Temuan

0
345
Kepala Syahbandar Dabo, Syahrul Wardi, didampingi bagian koordinator lapangan Syahbandar Dabo, Dedi saat gelar konferensi pers, Rabu (14/8/2019). (Foto/Zulkarnaen)
Dijual Rumah

Lingga, buktipers.com – Terkait dermaga Dabo yang rusak dihantam Tongkang, pihak pengawas wilayah pelabuhan (Syahbandar), gelar konferensi pers, di Aula Kantor Syahbandar Dabo, Kecamatan Singkep Kabupaten Lingga, Kepri.

Kepala Kantor Syahbandar Dabo, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga (Kepri), Syahrul Wardi menjelaskan, “Saat ini kita sudah melakukan evakuasi keberadaan tongkang dan kapal takbout milik Pak Jefri, pengusaha Jakarta ke lokasi lebih aman, di Jeti, milik salah satu perusahaan, tepatnya Jagoh, wilayah Kecamatan Singkep Barat,”ucapnya, Rabu (14/8/2019), sekira pukul 17.15 WIB.

Sebelumnya, dijelaskannya, keberadaan Tongkang 002 dan Kapal Takbout milik Jefri tersebut sudah satu tahun nyandar, tepatnya sejak 16 Juli 2018, namun entah kenapa tidak jadi beraktivitas dan terus nyandar.

Untuk mendapat hak nyandar, pemilik bekerja sama dengan pihak Injen atas nama Pak Ayun.

Giat konferensi pers terkait dermaga rusak dihantam Tongkang No.002 milik owner Jefri, warga Jakarta. (Foto/Zulkarnaen)

Jadi untuk hak pengawasan, hingga kini masih pihak Injen, dengan nama perusahaannya, CV. Bahtera Bestari Civil (BBC), lanjutnya.

Terkait tanggung jawab kerusakan dermaga tetap pihak pemilik (owner). Dan mengenai pembayaran PNBP (Pembayaran Negara Bukan Pajak), kita belum dibayar dan akan ditagih nanti saat kapal mau gerak. Dan untuk izin, kita juga belum keluarkan karena saat ini kita fokus pada penyelamatan dermaga, supaya tidak rusak parah yang berada di bawah naungan kami, selaku unit penyelenggara pengawasan pelabuhan, ungkapnya.

Baca Juga : Tongkang Rusak Pelabuhan, Wakil Ketua LAMI Kepri Minta Pihak Terkait Bertanggung Jawab

Dengan tidak dibayarnya PNBP oleh pemilik, sebesar Rp.13.23.300 (tiga belas juta dua puluh tiga ribu tiga ratus rupiah) terhitung sejak 16 Juli 2018, hingga 2 Juni 2019 kemarin, ini menjadi temuan pada giat sidak Inspektorat kepada kami dan menyebabkan saya diperiksa, katanya.

“Langkah tanggap saya saat ini akan segera melapor ke kantor pusat melalui Dirjen dan dengan mengajukan permintaan ke pusat untuk secepatnya mendatangkan tim menghitung berapa kerugian matrial dan biaya lainnya. Setelah semua jelas, baru kita bisa mengambil tindakan klaim terhadap perusahaan/owner, “tutup Syahrul.

Hingga berita ini diunggah, baik pihak pemilik kapal (owner) maupun pihak Injen (Agen) atas nama CV. Bahtera Bestari Civil, belum bisa dikonfirmasi wartawan.

(Zulkarnaen)