Kepsek SDN 01 Tri Rejomulyo Diduga Jarang Ngantor, Ini Kata Dewan Guru

0
94
Kepsek SDN 01 Tri Rejomulyo, Tukiyah.
Dijual Rumah

Tulang Bawang, buktipers.com – Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 01 Tri Rejomulyo, Tukiyah S.Pd.SD, diduga abaikan paturan Pemerintah tentang pedoman protokol kesehatan Covid-19, di sekolah yang dipimpinnya, di Kecamatan Penawartama, Kabupaten Tulang Bawang,  Provinsi Lampung, Kamis (5/11/2020).

Pada saat dikonfirmasi, Kepsek yang bersangkutan tidak berada di ruang kerja atau ruang tempat mengajar.

Lalu rekan media konfirmasi kepada sejumlah dewan guru yang ada di sekolah.

Terungkap, Tukiyah sebagai Kepsek memang tidak masuk kerja. Padahal, hari itu merupakan jadwalnya untuk piket, mengajar di ruang kelas.

Namun, Kepsek tidak datang dan tidak memberikan keterangan tidak masuk.

Kami hanyalah selaku dewa guru saja, dan yang mengatur atau menentukan jadwal mengajar, semuanya Kepsek, namun hari ini beliau tidak masuk. Sedangkan jarak rumah dari sekolahan tidak berjauhan, hanya hitungan menit, sudah sampai ke sekolah. Sekarang sudah jam masuk mengajar, namun  jadwal jamnya sudah lewat beberapa jam, ujar dewan guru kepada wartawan.

Setiap hari, dewan guru dijadwalkan sebanyak 4 orang untuk mengajar, karena kita pada saat ini menjalankan sekolah daring, cetus dewan guru lainnya.

SDN 01 Tri Rejomulyo.

Sedangkan kita di masa saat ini, sedang menghadapi sekolah sestim belajar online atau daring, kita harus ikuti paturan dan tugas wajib sebagai dewan guru. Tetapi juga harus mematuhi peraturan protokol kesehatan Covid-19 yang sudah ditentukan oleh Pemerintah Daerah dan Pusat, walaupun kita harus mengajar secara daring, kata merka.

Kepsek diduga menghindar dari rekan media, dan jarang masuk dalam menjalankan tugasnya.

“Seharusnya, Kepsek bisa memberikan contoh yang baik kepada kami dewan guru, bukan berbanding sebaliknya, dan bisa menjadi panutan para dewan guru yang ada di sekolah SDN 01 Tri Rejomulyo,”harap dewan guru.

Untuk jumlah seswa/siswi sebanyak 284 orang, dan kita melakukan itu dengan memberikan paket data kepada siswa-siswa. Karena salah satu syarat untuk melakukan pembelajaran sekolah daring. Namun pihak sekolah tidak memberikan data paket kepada anak didik siswa/siswi yang di sekolah, ungkap salah satu dewan guru.

Namun untuk sekarang ini, mungkin paket data mereka sudah habis. Ya tahu sendiri, kita mengunakan paket data itu cepat sekali habis, dan bisa menghambat waktu untuk belajar sestim belajar daring, tutup dewan guru.

 

(JN)