Beranda Siantar Kerap Banjir, Warga Geruduk Kantor Lurah Parapat

Kerap Banjir, Warga Geruduk Kantor Lurah Parapat

65
0
Loading...

Buktipers.com- Simalungun (Sumut)

Puluhan warga Parapat yang berdomisili di Jalan Sisingamangaraja tepatnya di depan Gerbang masuk Kota Wisata mendatangi kantor Lurah Parapat, Jumat (30/11/2018). Pasalnya, rumah tempat tinggal mereka kerap banjir bila hujan turun.

Salah satu warga, Surianto, selaku pengusaha rumah makan Surya Darma mengatakan banjir bermula dari saluran parit yang tak maksimal menampung debit air hujan. Ironisnya, Camat Girsang Sipangan Bolon, Boas Manik seakan tidak perduli dengan keluhan kami warga yang setiap hujan mengalami kebanjiran akibat air hujan serta lumpur menggenangi pemukiman mereka.

“Masa warganya sudah mengeluh karena banjir tetapi camat hanya lewat lalu lalang. Padahal saat kejadian banjir udah kita coba SMS ke Hand phone nya tidak ada tanggapan,” keluhnya.

Baca Juga!  Kampanye Balon Gubsu Mulai Memanas, Kantor Pemerintah Ajang Perang Spanduk

Lebih lanjut, Surianto menerangkan setiap turun hujan sebanyak 14 rumah mengalami banjir dan warga siap memberikan bantuan materi baik makanan ketika dilaksanakan gotong royong, kami sebagai warga bukan tidak peduli.

Kalau hujan turun, air bercampur lumpur dari saluran parit masuk ke dalam rumah kami. Untuk membersihkannya makan waktu satu minggu. Bahkan warga siap memberikan bantuan materi bagi petugas kebersihan atau pihak kecamatan setiap melakukan gotong royong diseputar lokasi ini. Namun setelah diberi makanan petugas kebersihan langsung meninggalkan lokasi,” ungkap pengusaha rumah makan itu.

Selain itu, Br Hutajulu juga mengaku sudah pernah menyurati pihak Kelurahan terkait banjir dialami mereka.” Warga sudah pernah menyurati Kepling mau pun kelurahan. Akan tetapi belum ada tanggapan. Dan bila hujan turun sepuluh menit saja rumah kami banjir hingga tiga puluh centi meter, dan digenangi lumpur,” akunya.

Baca Juga!  Polres Morotai Akan Resmikan Gedung Baru Tahun 2018

Sementara Lurah Parapat, Parningotan Girsang mengaku kerap terjadi banjir di rumah warga akibat kurangnya kesadaran warga seperti buang sampah sembarangan. Sehingga sampah kadang tersangkut di got mengakibatkan tumpat dan banjir ke rumah warga.

“Kurangnya kesadaran masyarakat membuang sampah sembarangan, yang mengakibatkan parit tersumbat dan meluap kerumah warga. Terkait surat keluhan warga sudah kita sampaikan kepada pimpinan (Camat). Karena Kelurahan hanya sebatas menyampaikan,” tutupnya (stg)

Editor : Andiga

Loading...