Kerap Makan Korban, Gubernur Edy Rahmayadi Akan Tutup Paksa Tambang Emas Ilegal di Madina

0
4
Gubsu Edy Rahmayadi (tengah) (Ahmad Arfah/detikcom)
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com – Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi akan menutup paksa tambang emas ilegal yang ada di Kabupaten Mandailing Natal.

Hal ini berkaitan dengan seringnya kejadian yang memakan korban jiwa di sekitar kawasan tambang. Namun, Edy mengatakan sebelum menutup, pihaknya masih memikirkan rencana pengalihan tempat kerja bagi para pegawainya yang bekerja di tambang emas.

“Iya setelah ini. Kita ini sudah tegas ini. Tapi kan menghadapi rakyat ini yang harus kerja. Kita tutup itu tetapi orang-orang yg bekerja harus kita alihkan pekerjaannya. Jangan gara-gara itu kita tutup terus anak, saudaranya, kita sengsarakan. Walaupun kita tahu itu tidak benar,” kata Edy saat diwawancarai, Selasa (24/1/2023).

Dikatakannya, sebelum benar-benar menutup tambang emas, harus dilakukan kajian terlebih dahulu.

“Untuk mengiyakan ini, ini perlu proses, tetapi ke depaan saya akan paksa itu karena itu tidak cocok untuk dilakukan,” katanya.

Sebelumnya, Edy juga meminta pihak kampus membuat kajian lebih mendalam tentang keberadaan penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Mandailingnatal (Madina) yang diduga kuat memicu gangguan kesehatan, terutama stunting bagi anak, akibat penggunaan bahan kimia.

Beberapa kejadian di lokasi tambang juga memakan nyawa warga. Seperti pada 19 Januari 2023 lalu, 2 warga ditemukan tewas tertimbun longsor di bekas tambang emas di Desa Tapus Kecamatan Linggabayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut).

Pada April 2022 lalu, di Desa Banjar Limabung, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Kamis (28/4/2022), sebanyak 12 emak-emak meninggal dunia akibat tertimbun longsor bekas tambang emas.

 

Sumber : tribunnews.com