Ketemu Buaya Muara di Laut, Nelayan Tradisional Bedagai Trauma Melaut

0
12
Edi, Tekong Sampan.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Nelayan tradisional asal Bedagai, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang sedang melaut, menemukan seekor buaya muara, sepanjang kurang lebih lima meter.

Pada saat penemuan buaya muara itu, sampan yang ditekongi Edi sedang bertambat di tuasan.

Kemudian, Wak Atem, salah seorang rekan satu sampan, mengira itu ikan hiu, sementara Yudi menyangka itu balok, ternyata buaya yang mulutnya menganga.

Namun mereka sempat memberi ikan kepada buaya itu, namun spontan buaya tersebut berlalu.

Selang sepuluh menit kemudian, buaya muara itu kembali menghampiri mereka, dan seketika mereka langsung tancap gas karena ketakutan.

Sampan yang ditumpangi Edi tidak melaut.

Buaya yang panjangnya kurang lebih 5 meter dan lebar satu meter itu berwarna kuning tembaga, ucap Edi (40), tekong sampan, warga Desa Pematang Kuala Kecamatan Teluk Mengkudu yang pertama kali menemukan buaya muara, disusul kelima rekan – rekannya satu sampan.

Lebih lanjut, buaya yang ditemukan mereka pada hari Jumat, tanggal 15 Juli 2022, badannya sudah ditumbuhi teritip, yang mana pada saat itu, sampan mereka sedang bertahan di tuasan.

Dan jarak sampan mereka sekitar lima meter dari buaya itu. Sayang, buaya yang ditemukan di laut itu tidak kami abadikan dengan kamera ponsel, lantaran kami tidak membawa handphone, kata Edi lagi.

Sehingga kabar penemuan buaya muara berbadan besar di tengah laut itu seolah – olah berita hoak, padahal itu nyata dan keenam orang kami satu sampan langsung melihatnya, lanjut Edi.

Penemuan buaya muara oleh nelayan tundo (pemancing) ikan itu berjarak 40 mil dari posisi Babangan Kuala Bedagai atau 0831 dilihat dari GPS dan 16 mil dari Pulau Berhala, ucap Edi lagi, kepada wartawan, Senin (18/7/2022).

Dengan penemuan buaya muara itu, Edi bersama kelima rekan – rekannya yakni, Wak Atem, Siden, Wak Ayang, Rozi dan Yudi, sudah tiga hari tidak melaut lantaran trauma.

 

(ML.hrp)