Ketua DPC AJOI Lingga Tanggapi Postingan Agus Ramdah Terkait Dugaan Penangkapan Pengguna Narkoba

0
9
Ketua DPC AJOI Kabupaten Lingga, Zulkarnaen S.Pd.i.
Dijual Rumah

Lingga, buktipers.com – Postingan di Facebook milik warga kelahiran Desa Kote, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga yang ditampilkan, pada Jum’at (17/12/2021) dini hari, terkait dugaan penangkapan pengguna Narkoba ditanggapi Dewan Pimpinan Cabang Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (DPC AJOI) Liangga.

Terungkap kronologis kejadian sebelumnya yang dilakukan oleh pihak aparat penegak hukum terhadap seorang pemuda, berinisial JR alias TSN saat mau pulang ke rumahnya, di Desa Kote, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga.

Dalam postingan Facebook milik Agus Ramdah atau Abdul Karim, warga Desa Kote, Kecamatan Singkep Pesisir yang sekaligus sebagai Ketua Ormas DPD Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) Provinsi Kepri menyebutkan, “Pihak Media Yang Ada di Kabupaten Lingga Pasti Tidak Tahu Kalau Ada Pebangkapan Dugaan Pengguna Narkoba “BUDAK KOTE,”tulisnya.

Dia juga menjelaskan kronologis singkat yang dijabarkannya melalui telepon seluler kepada wartawan.

“Dugaan kejadian penangkapan tersebut, infonya sudah lebih kurang satu bulan, dan diduga pemuda berinisial JR alias TSN, sedang berhenti di jalan karenankehabisan bensin di sekitaran jalan dekat tower, sebelum masuk perkampungan Desa Kote. Yang ditangkap salah seorang pemuda warga Desa Kote, diperkirakan usianya (30) tahun. Sebelum ditangkap, dia itu sudah diikuti, yang melakukan penangkapan info yang Tok dapat aparat penegak hukum,”jelas Abdul Karim yang lebih dikenal dengan sapaan Tok Agus Ramdah, warga Desa Kote yang saat ini menetap di Tanjung pinang, Ibu Kota Provinsi Kepri.

Lebih lanjut Abdul, Karim alias Tok Agus Ramdah menjelaskan, “Usai dilakukan penangkapan, budak itu (JR alias TSN-red)  dibawa ke Pinang dan kemudian dibebaskan. Dan informasi yang Tok dapat, inisial JR ini adalah termasuk dalam orang penting berinisial NK. Barang haram dugaan Narkoba tersebut diperoleh dari salah seorang oknum aparat yang bertugas salah satu desa wilayah Kecamatan Singkep Pesisir ini juga,”ujarnya.

Kata Abdul Karim alias Agus Ramdah, Tok sudah lama dapat informasi tentang barang haram ini dan Tok benar-benar benci yang namanya Narkoba. Sebenarnya pemilik barang tersebut oknum itu juga, beliau sudah lama bermain barang tersebut yang rekannya salah seorang warga dari desa di wilayah Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga.

“Saat ini JR alias TSN ada di kampung Tok di Desa Kote, hanya Tok belum pernah jumpa sampai sekarang,”tutup Abdul Karim alias Tok Agus Ramdah.

Dari semua kronologis kejadian yang dipaparkan oleh Abdul Karim alias Tok Agus Ramdah yang berprofesi selain sebagai Ketua Ormas DPD LAMI Provinsi Kepri, yang juga bertugas sebagai perwakilan Kepri dari Perusahaan Pers Media Cetak Suara Keadilan.

Jika informasi tersebut benar, ini sungguh menjadi suatu pertanyaan besar dan sangat disayangkan bagi Insan Pers yang bertugas di wilayah kerja Kabupaten Lingga, DPC AJOI.

Kanapa ini bisa terjadi ? Jika memang benar sudah terbukti membawa barang haram Narkoba saat ditangkap, kok pelakunya dibebaskan begitu saja tanpa ada proses tindak lanjut hukum sama sekali, sehingga seolah-olah penegakan hukum di Kabupaten Lingga tidak ada. Dan mirisnya, informasi dan kejadian besar tersebut seakan-akan tertutup dari pantauan para insan pers.

Mirisnya lagi dalam setiap kejadian, kerap yang dijadikan sudut pandang negatif adalah para insan pers yang lebih dikenal dengan sebutan para pekerja kuli tinta. Namun dari semua persepsi dan analisa sudut pandang yang ada.

Ketua DPC AJOI Kabupaten Lingga, Zulkarnaen S.Pd.i mengatakan “Mirisnya lagi dalam setiap kejadian, kerap yang dijadikan sudut pandang negatif adalah para insan pers yang lebih dikenal dengan sebutan para pekerja kuli tinta. Namun dari semua persepsi dan analisa sudut pandang yang ada. Selain itu banyak juga fakta yang terjadi dari setiap kejadian tidak semestinya profesi jurnalis/wartawan dikaitkan karena tidak semua informasi dan kejadian terpantau,”ujarnya.

“Kita sangat menyayangkan jika dari semua kejadian dilapangan, kita yang menjalankan profesi kontrol sosial (wartawan-red) dipertanyakan, namun faktanya banyak kejadian yang berpotensi baik positif apa lagi negatif tidak semua kita dapat karena sebagian ditutupi kepada pelaku kontrol sosial berprofesi wartawan seperti kita ini, dan harapan dari kita DPC AJO Indonesia Kabupaten Lingga, kedepannya kepada setiap masyarakat khususnya Kabupaten Lingga agar terus menjalin hubungan kemitraan serta tidak sungkan menyampaikan segala informasi kepada kita, jika itu dianggap sangat perlu untuk dipublikasikan,”tutup Zulkarnaen.

 

(Rel/DL)