Ketua DPD LAMI Kepri Apresiasi Kinerja Bawaslu Lingga

0
47
Ketua DPD LAMI Kepri, Abdul Karim.
Dijual Rumah

Lingga, buktipers.com – Ketua DPD Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) Kepri, Abdul Karim yang dikenal dengan panggilan Tok Agus Ramdah menyebutkan, “Meskipun saat ini pesta demokrasi Pemilukada hanya menghitung hari saja, namun suhu politik yang adem di Kabupaten Lingga, tetap terjaga dan ini patut kita syukuri”.

Pernyataan tersebut diungkapkannya, d ihadapan beberapa awak media online, ketika mengunjungi Sekretariat DPC AJO Indonesia Lingga, Jl. Perusahaan Timah Dabo, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Kamis (22/10/2020).

Ketika ditanya komentarnya, terkait kinerja Bawaslu Lingga, lelaki kelahiran Desa Kote, Kecamatan Singkep Pesisir ini,  dengan gamblang memberikan apresiasi.

“Bawaslu Lingga, menurut saya, sudah bekerja sangat profesional. Dari awal saya amati, respon yang cepat dari Bawaslu, ketika ada laporan dari masyarakat, dan tentang dugaan ASN tidak netral, itu patut didukung. Sekalipun belum pasti ASN yang dilaporkan masyarakat tersebut, berbuat tidak netral,”katanya.

Ada pihak-pihak yang berkata tentang Bawaslu Lingga sudah tidak profesional, itu sah-sah saja, akan tetapi harus dilihat kapasitas keilmuan yang berkata demikian. Kalau tidak memiliki bobot akademis untuk menilai, ya biarkan saja seseorang itu berpendapat, lanjut Tok Agus.

Saya ingatkan, terutama kepada para ASN agar terus tetap menjaga netralitasnya. Ketiga peserta kontestan Pilkada yang tampil ini, nota benenya adalah putera putera terbaik yang harus kita hargai dan hormati. Semangat mereka untuk membangun Lingga. Karenanya,  ASN harus bersikap Netral, lanjutnya.

“Khusus kepada Bawaslu Lingga, biarkan saja kritikkan-kritikkan melalui media dari pihak-pihak tertentu mengarah kepada Bawaslu Lingga. Jangan terlalu dipusingkan, teruslah berkerja sesuai koridor yang menjadi wewenang Bawaslu,”paparnya.

Beda pendapat maupun sudut pandang dari berbagai pihak kalangan itu adalah hal yang lumrah. Namun, kita juga perlu menyadari, bahwa apa yang dilakukan Bawaslu itu, tentu ada kajiannya. Jadi tidak salah jika kita biarkan Bawaslu bekerja dengan tenang. Dengan demikian, dapat dipastikan hasilnya akan tercipta suatu keadilan sesuai harapan, pungkas Abdul Karim.

(Zul)