Ketua DPRD Sergai Bersama Komisi B Terima Audiensi Pedagang Pekan Lelo

0
5
Ketua DPRD Sergai bersama Komisi B saat terima audiensi pedagang Pekan Lelo.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Ketua DPRD Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) bersama Komisi B DPRD Sergai, menerima audiensi puluhan pedagang Lelo Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, di ruang Komisi B, Senin (19/7/2021), sekitar pukul 10.30 WIB.

Turut hadir, Ketua DPRD Sergai dr. M. Riski Ramadhan Hasibuan, SH, SE, MKM, Ketua Komisi B DPRD Sergai, Hotnauli Sinurat, SE, Wakil Ketua, Edy Resmanto, SP, Sekretaris Sugiatik, S.Ag dan para anggota Komisi B.

Ketua Komisi B DPRD Sergai, Hotnauli Sinurat, SE dalam sambutannya menyampaikan, bahwasanya pasar kita itu sudah ada dibangun atau sudah ada tempat untuk berdagang sebenarnya.

Pasar lelo, merupakan pasar dadakan, muncul dan tiba-tiba siapa yang duluan berdagang kota tidak mengetahui hingga ramai seperti saat ini.

Namun kenyataannya, retribusi untuk Pemerintah tidak ada. Walaupun pasar dadakan, seharusnya ada Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Kabupaten Sergai.

Bagaimana komitmen pedagang dengan retribusi untuk Pemerintah begitu juga sebaliknya. Ini yang harus kita mencari solusi kedepannya, paparnya.

Menurutnya, setiap pedagang di pasar dadakan yang ada di Kabupaten Sergai tidak ada menghasilkan retribusi, jadi keuntungan kebanyakan untuk pribadi sendiri (pedagang).

“Kalau memang dijalankan retribusi maka kita harus buat komitmen bersama,”ujar politisi asal Hanura itu.

Hotnauli Sinurat mengaku, Komisi B DPRD Sergai tidak pernah diikutsertakan dalam musyawarah para asosiasi pedagang dengan dinas terkait.

“Namun kami juga meminta agar kita tetap tunduk terhadap program perencanaan Pemerintah. Komisi B juga berharap agar membentuk ikatan pedagang secara terstruktur dan resmi, hingga ada kekuatan hukum kita ke depan,” ungkapnya.

Diakhir sambutannya, Hotnauli Sinurat selaku Ketua Komisi B merasa bangga dan apresiasi terhadap Ketua DPRD Sergai, dr Riski Ramadhan Hasibuan yang sangat peduli terhadap para pedagang khususnya permasalahan relokasi Pekan Lelo.

“Kalau tidak Ketua DPRD yang sampaikan, ini tidak saya terima. Tapi karena itu, kami rindu masyarakat dan ingin mendengarkan apa sebenarnya permasalahan dilapangan,” tutupnya.

Sementara perwakilan pedagang Lelo, Cholid Lubis mengatakan, kedatangan mereka ke DPRD Sergai guna menyampaikan aspirasi karena merasa keberatan dengan adanya rencana Pemerintah yang akan merelokasi Pekan Lelo.

“Kami tidak pernah setuju untuk direlokasi, terutama yang mendasar terkait omset pedagang akan hancur.  Selain itu, kalau membuka lapak baru minimal ada 3 bulan lebih untuk menyesuaikan pemulihan omset semula. Tempat sekarang merupakan tanah pribadi bukan tanah Pemerintah, dan yang tempat yang baru juga sama punya tanah pribadi di samping Pasar Rakyat Sei Rampah, “tuturnya.

Dikatakannya, apalagi masa pandemi ini kondisi di Pekan Lelo yang sudah terkenal ditengah masyarakat, penghasilan pedagang juga makin merosot.

Soal tempat yang baru, misalnya kalau misalnya kedepannya, pemilik tanah tersebut menjual tanahnya. Bagaimana nasib kami kedepannya.

“Sedangkan soal PAD, kami sangat setuju. Bahkan apabila dikutip retribusi untuk Pemerintah, kami mendukung penuh,” kata Cholid Lubis.

Menanggapi hal itu, Kadis Perindag Sergai, H. Karno menuturkan, bahwa asosiasi pedagang di Pasar lelo sudah dibentuk.

Ini lah yang sering diundang dalam bermusyawarah di Pemerintahan. Ini sudah berlangsung lama rencana relokasi bahkan sudah sering diadakan musyawarah.

Kenapa pedagang tidak mau pindah, ternyata pengelola pasar lelo ada 4 orang, sementara tiga orang menyatakan untuk relokasi dan 1 lagi belum setuju.

Pada Tahun 2000, Pekan Lelo ini sudah berdiri, dan masyarakat berdatangan satu per satu hingga ramai sampai sekarang.

“Ada perwakilan pengelola pedagang juga menyetujui pindah ke Pasar Rakyat Sei Rampah dan mengikuti apa yang menjadi program Pemerintah. Namun yang belum bersedia pindah, Misdaini,” katanya.

Relokasi pedagang ini, sebut Kadis, bahwasanya adalah program Pemerintah sebagai pusat perbelanjaan itu di pasar Rakyat Sei Rampah, sesuai juga RT/RW-nya.

Rencana Pemerintah ini, dalam rangka penataan Kabupaten Serdang Bedagai, khususnya ibu Kota Sei Rampah, ungkapnya.

Dijelaskannya, jalan kabupaten ini akan dibuat dua jalur, nampak lah perubahan oleh pemimpin yang baru oleh karena itu kita lakukan relokasi pasar/pekan.

“Pemerintah tidak akan pernah menyengsarakan rakyat nya. Pemerintah berupaya agar berdagang untuk aman dan nyaman serta mensejahterakan. Pemerintah tetap meminta pekan lelo dipindahkan. Program pemerintah supaya kita didukung, dalam membangun Kabupaten Sergai. Semua pasar juga akan kita tertibkan, guna penataan dan pembenahan Kabupaten kita, “paparnya.

Karena sebelumnya, kata Kadis Karno, anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan Pasar Rakyat Sei Rampah sebesar Rp 12 miliar.

Pekan Lelo itu juga tidak mempunyai izin, oleh karenanya kami minta pengelolanya agar mengurus izin, namun pekan lelo agar ditutup terlebih dahulu, katanya.

“Dalam tahun ini, saya gratiskan jika bapak ibu setuju pindah ke Pasar Rakyat Sei Rampah,” bilangnya.

Lanjut Kadis, soal pemulihan ekonomi itu seharusnya sudah otomatis. Karena itu merupakan dasar nya memang pasar. Takut omset berkurang namun yakinlah itu rezeki ada ditangan Allah SWT.

Jika dipusatkan di Pasar Rakyat Sei Rampah, Pemerintah berupaya juga akan memberikan pemberitahuan ke seluruh masyarakat. Tanah itu adalah milik pribadi, tapi Pemerintah telah menyurati untuk pinjam pakai, paparnya lagi.

Sementara, lanjut Kadis, terkait permasalahan kedepannya, Pemerintah tidak akan lepas tangan terhadap itu.

Kedepannya, bisa jadi tanah tersebut akan dibeli oleh Pemerintah.

Kami tidak memaksa pedagang, namun kami menghimbau agar tetap mendukung program Pemerintah, tegas Karno.

Selain itu, tegas Kadis Perindag, Pemerintah bersama Satpol PP, Polri dan TNI karena itu merupakan protapnya. Untuk pengawalan supaya tidak terjadi yang diinginkan.

“Pemerintah tidak pernah menakuti-nakuti masyarakat khususnya para pedagang di Pekan Lelo,” tutupnya.

Diakhir pertemuan, Ketua DPRD Sergai, dr M. Riski Ramadhan Hasibuan, menyampaikan, bahwa Pemerintah telah menyiapkan tempat yang baru untuk para pedagang yakni dipusatkan di Pasar Rakyat Sei Rampah, namun para pedagang takut akan omset dan hal lainnya.

“Ini akan kami bicarakan, mari kita cari solusi dengan bijak. Nah, secara lembaga DPRD, kami mendukung Pemerintah dan juga rakyat,” ujarnya.

Ketua DPRD, dr Riski, meminta para pedagang Lelo agar membentuk Asosiasi Pedagang karena harus ada secara struktural dan resmi.

Pemerintah juga harus secara humanis dan memediasi dalam melayani masyarakat. Berikan kami waktu, karena ini harus sesuai aturan dan regulasi yang ada, katanya.

“Selain itu, saya minta masyarakat atau pedagang Lelo agar untuk tetap menjaga situasi agar tetap kondusif dengan menghadapinya kepala dingin,” tutup politisi muda asal Gerindra itu.

 

(ML.hrp)