Beranda Hukum Ketua DPW PNTI Sumut Minta Poldasu Usut Pelaku Penenggelaman Bangkai Ikan ke...

Ketua DPW PNTI Sumut Minta Poldasu Usut Pelaku Penenggelaman Bangkai Ikan ke Dasar Danau Toba

257
0
Adhan Nur SH.
Loading...

Buktipers.com – Simalungun (Sumut)

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (DPW PNTI) Sumut, Adhan Nur SH, meminta pihak Poldasu dan Kementerian Lingkungan Hidup segera menindaklanjuti video viral terkait penemuan karung berisi ikan mati dari dasar Danau Toba.

Hal itu disampaikannya menjawab konfirmasi buktipers.com, via seluler, Jumat (25/1/2019).

Adhan Nur menegaskan, bahwa penemuan ikan mati itu sudah tidak bisa ditolerir lagi karena sudah mencemari Danau Toba.

Sementara itu, mantan ABK Kapal Motor Sanitasi PT AN, berinisial (GM), mengakui, kerap mebawa bangkai ikan dengan batu didalam karung plastik untuk ditenggelamkan ke dasar perairan Danau Toba, di Nagori Sibanganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Simalungun.

Baca Juga!  Dua Wakil Rakyat Angkat Bicara Terkait Dugaan Penenggelaman Limbah Ikan Mati ke Dasar Danau Toba

Hal tersebut dikatakan GM yang mengaku mantan supir kapal sanitasi khusus transportasi pembuangan bangkai ikan dari Keramba Jaring Apung PT AN, melalui selulernya, Kamis (24/1/2019), lalu.

GM mengakui dirinya kerap membawa bangkai ikan yang sudah mati di dalam karung dari KJA milik PT AN yang sebelumnya beroperasi, di Nagori Sibanganding untuk ditenggelamkan ke dasar perairan Danau Toba, Dusun Panahatan.

Dikatakannya, selama dirinya bekerja sebagai supir kapal sanitasi di PT AN, hanya sebagai suruhan pemimpin dan dirinya sangat sering menenggelamkan bangkai ikan ke dasar danau.” Mungkin saat ini sudah sulit untuk membuktikannya, namun bila diselami, saya yakin ratusan karung bekas bangkai ikan tersebut masih di sana,”katanya.

Baca Juga!  Sang Penyelam Buktikan ke Bupati Tobasa, Dugaan PT Aquafarm Tenggelamkan Bangkai Ikan ke Dasar Danau Toba

Senada dengan ABK kapal bermotor berinisial MS, mengaku kepada buktipers.com, Kamis (25/1/2019), di Parapat, kerap melihat kapal PT AN berhenti di tengah danau untuk membuang limbah bangkai ikan secara tersembunyi.

“Sebelum ratusan KJA PT AN dipindahkan dari wilayah perairan Danau Toba, di Nagori Sibanganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun ke daerah perairan Samosir,”ujarnya.

Dia berharap, pemerintah harus tegas memberikan sanksi pencabutan izin KJA yang membuang limbah, di perairan Danau Toba agar air Danau Toba tidak tercemar bangkai ikan. (Stg)

Loading...