Ketua PGRI Minta Pemkab Asahan Tertibkan Warung Tuak Di Sekitar Lingkungan SMP Negeri 1 Gedangan

0
327
18519831_1355848337786337_1501968523080703395_n
Loading...

Buktipers.com – Asahan (Sumut)

Ketua PGRI Asahan Malanton Lahadhe Hasibuan meminta kepada Pemerintah Kabupaten Asahan untuk menertibkan warung tuak yang berada di sebelah SMP Negeri 1 Gedangan, Asahan Sumatera Utara.

Ketika dikonfirmasi Buktipers.com via hubungan WhatsApp, Rabu (7/2/2018), Malanton yang juga Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Kisaran ini menyatakan sudah selayaknya Kepala Desa Gedangan dam Camat Pulaiu Bandring menutup warung tuak tersebut.

“Lokasinya tepat berdampingan dengan sekolah jadi diharapkan warga yang berada di lingkungan sekitar sekolah harus mendukung pendidikan. Srbab lingkungan yang baik akan turut membantu pembentukan karakter siswa yang baik, sebaliknya jika lingkungan yang tidak baik akan mempengaruhi karakter siswa menjadi tdk baik” jelasnya.

Baca Juga!  AKP Rusbeny Pimpin Satlantas Polres Asahan

Lebih lanjut Malanton menambahkan Seharusnya masyarakat turut serta dalam proses membangun pendidikan, dengan terciptanya suasana dan kondisi lingkungan sekolah yang sehat dan nyaman.

“Seharusnya warung tuak tersebut jauh dari lingkungan sekitar sekolah, karena berlawanan dengan nilai-nilai yang ditanamkan guru kepada siswa, jadi kami dari PGRI berharap Kades dan Camat bertindak cepat dan menyurati pengusaha warung tuak tersebut jika perlu kirimkan surat ke Bupati, Dinas Pendidikan, Satpol PP dan Polres Asahan agar warung tuak tersebut di bongkar” tambahnya

Sementara itu Ketua LSM Target Zulfy Andry Jass ketika dikonfirmasi menyebutkan bahwa tidak layak sebuah warung tuak bersebelahan dengam sekolah. Jadi Andry Jass menyatakan hendaknya Pemkab Asahan bertindak tegas dengan pengusaha warung tuak tersebut.

Baca Juga!  Mandataris GM Pekat - IB Sumut Bantu Pemuda Asahan Bangun Lapangan Batminton

“Memang tidak wajar. Jadi kita meminta oknum pengusaha warung tuak yang juga seorang PNS di Dinas Perhubungan Asahan dapat membongkar usahanya tersebut, karena selain bertentangan dengan dunia pendidikan juga bertentangan dengan Norma dan Agama” jelasnya.

Sementara itu Kasi Trantib Satpol PP Asahan Siti Rospita Hasibuan ketika dikonfirmasi menyebutkan pihaknya akan melakukan pembongkaran apabila ada surat dari pihak-pihak yang merasa keberatan dari Kepala Desa, camat dan Dinas Pendidikan.

“Kalau ada surat resmi sebagai permintaan untuk membongkar warung tuak tersebut kami siap” ujarnya. (Rahmat Darmaji/Adi P Sinaga)

Loading...