Ketua PWI Lampung Tanggapi Kasus Intimidasi Wartawan

0
23
Korban kekerasan terhadap wartawan, Junaidi Romli, saat kordinasi dengan PWI Provinsi Lampung.

Bandar Lampung, buktipers.com – Korban kekerasan terhadap wartawan, di ruang Sekertaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulang Bawang,  Junaidi Romli, kordinasi dengan PWI Provinsi Lampung.

Junaidi yang didampingi Penasehat PWI Tulang Bawang, Laodi Efendi, langsung diterima Ketua PWI Lampung, Supriyadi Alfian,  Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan, Juniardi, Waka Bidang Organisasi, H Zahdi, dan Waka Pendidikan Wirahadikusuma, pada Senin (31/8/2020).

Dalam pertemuan, korban Junaidi Romli, menceritakan kejadian yang dialaminya dan menyerahkan barang bukti.

Bahkan hal serupa juga pernah dialami dua wartawan lainnya, yaitu dari media rilislampung.id, dan wartawan warta9.com. Namun kedua wartawan itu, tidak mengalami kekerasan fisik.

“Saya sudah jelaskan, jika keberatan dengan pemberitaan,  silahkan, kami siap memuat hak jawab. Tetapi yang kami juga protes, apa urusan dua orang itu ikut campur. Mereka yang memiting saya, sambil mengeluarkan kata – kata ancaman. “Patei ke niku naan” (Bahasa Lampung Menggala, red) yang artinya “saya bunuh juga kamu nanti”,”kata Junaidi Romli meniru ucapan pelaku.

Menurut Junaidi, dirinya sudah melapor ke Polres Tulang Bawang, dan sudah divisum,  dan semua sudah diserahkan ke Polres. “Selanjut kami sudah pasrahkan kasus ini sesuai petunjuk PWI Provinsi Lampung,”tegasnya.

Sementara itu, Waka Bidang Pembelaan Wartawan, Juniardi mengatakan, karena kasusnya sudah dilaporkan ke Polres, maka biarkan dulu Polisi melakukan tugasnya.

“Saya yakin, Polisi sudah melakukan tugasnya sesuai prosedur kepolisian. Polisi pasti sudah olah TKP, memeriksa saksi,  dan mengumpulkan bukti,” katanya.

Pada kesempatan itu, Ketua PWI Lampung, Supriyadi Alfian,  juga sempat menyinggung maraknya aksi premanisme, di Tulang Bawang.

“Kita masih pelajari, apakah benar wartawan di Tulang Bawang itu, jika konfirmasi ke dinas selalu dihadapi preman.  Jika itu benar maka sangat disayangkan, kita akan pelajari kabar itu. Karen itu tidak baik,”kata Supriyadi,  yang minta kasus itu jadi perhatian Bupati.

Terkait kasus kekerasan terhadap wartawan ini, Supriyadi menyarankan agar korban dan masing – masing pihak, menunggu prosesnya di kepolisian.  “Kita kasi waktu polisi yang sedang memproses kasus itu,” katanya.

(Red)