Ketum PWRI : Jurnalis PWRI Harus Berperan Aktif Hadapi Penyalahgunaan Media Siber

0
45
Ketum PWRI, DR. Suriyanto, PD, SH, MH, M.Kn.

Jakarta, buktipers.com – Ketua Umum Persatuan Wartawan Republik Indonesia (Ketum PWRI), DR. Suriyanto, PD, SH, MH, M.Kn mengatakan, di tengah pesatnya perkembangan informasi global seperti sekarang ini, harus diimbangi dengan kecedasan dalam menganalisa dan menyampaikan informasi kepada masyarakat luas.

Suriyanto mengaku prihatin dengan kondisi yang terjadi saat ini. Dimana  sejumlah pihak menyalahgunakan media siber untuk kepentingan negatif. Untuk itu, dia minta kepada seluruh jurnalis yang tergabung dalam organisasi PWRI, harus berperan aktif dalam menghadapi dan mengurangi penyalahgunaan negatif media siber, apalagi berita hoaks (bohong).

PWRI harus  mampu menjembatani dan membentengi merebaknya penyalahgunaan media siber dan berita bohong. Sebab, kita tidak ingin penyalahgunaan media siber dan berita hoaks yang menyebabkan pandangan negatif di masyarakat terhadap media. Untuk itu, perlunya peran seluruh jurnalis PWRI dalam menyikapi penayalagunaan media siber dan berita hoaks, kata Suriyanto, Senin (7/9/2020).

Plt. Sekretaris Jenderal DPP PWRI, D. Supriyanto JN.

Workshop Media

Untuk meningkatkan kompetensi jurnalis dan pengelola media, Plt. Sekretaris Jenderal DPP PWRI, D. Supriyanto JN, mengatakan, dalam waktu dekat ini, PWRI akan akan menggelar workshop media siber.

Kata dia,  digelarnya workshop ini, sekaligus untuk mensikapi persoalan yang berkembang belakangan ini, dimana berita-berita hoaks banyak bermunculan di media sosial.

” Workshop ini penting, dimana media siber saat ini sangat rentan tersangkut dengan UU IT. Sehingga diharapkan melalui workshop ini para insan pers atau pemilik media siber bisa terhindar dari kasus atau persoalan UU IT,” kata Jagad, demikian jurnalis senior ini akrab disapa, Senin (7/9/2020).

“Nanti DPP akan bersinergi dengan DPD maupun DPC PWRI untuk pelaksanaannya. Namun mengingat saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19, tentu kita tetap mengedepankan protokol kesehatan. Ini akan kita bahas lebih matang, dan merupakan salah satu program strategis PWRI untuk meningkatkan kompetensi wartawan,” terang Jagad.

(rls)