Kian Panas! Otto Umumkan Hotman Paris Diskors 3 Bulan oleh Peradi

0
3
Otto Hasibuan (Noel/detikhot)
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – Perseteruan antara pengacara Hotman Paris Hutapea dan Ketum Peradi Otto Hasibuan semakin panas. Kali ini Otto Hasibuan mengumumkan Hotman Paris diskors selama 3 bulan oleh Peradi.

Otto mengungkap hal tersebut melalui video yang diunggahnya di akun Instagram pribadinya @ottohasibuanprivate, yang dilihat detikcom Sabtu (23/4/2022). Otto mengaku mendapat pertanyaan dari kliennya terkait dengan keabsahan advokat Peradi dalam bersidang di pengadilan serta pertanyaan terkait dengan isu Hotman Paris yang mendapat skors.

“Bagaimana dengan status Hotman Paris? Dengan ini saya nyatakan bahwa Hotman Paris telah diskors oleh Dewan Kehormatan Pusat Peradi selama 3 bulan,” kata Otto.

Otto mengatakan, akibat Hotman Paris diskors selama 3 bulan, menurutnya, Hotman tidak boleh lagi beracara di pengadilan selama masa skors berlaku.

“Kalau Hotman Paris diskors, maka artinya Hotman Paris tidak lagi boleh beracara di pengadilan maupun di luar pengadilan, baik di pengadilan, di kepolisian, di kejaksaan selama skorsing tersebut berlaku,” ujarnya.

Otto Hasibuan menyampaikan salah satu dampak dari skorsing tersebut adalah, apabila ketika Hotman Paris beracara di pengadilan, lawan perkaranya dapat mengajukan keberatan atas hal tersebut.

“Kedua, hakim wajib melarang yang bersangkutan yang sudah diskors untuk tidak berpraktik di pengadilan, kenapa? Kalau tidak dilarang, maka itu sama dengan menentang UU Advokat, karena Dewan Kehormatan Pusat Peradi itu dibentuk berdasarkan UU Advokat, di sana ada tokoh-tokoh agama yang memeriksanya, ada tokoh-tokoh akademisi, tokoh-tokoh masyarakat dan ada advokat dan itu sah,” ujar Otto.

Ketiga, konsekuensinya apabila Hotman atau orang yang sudah diskors tetap beracara di pengadilan, menurut Otto, akan berpotensi perkara-perkara yang ditanganinya bisa dibatalkan oleh Mahkamah Agung atau pengadilan. Karena itu, Otto mengimbau masyarakat berhati-hati menggunakan jasa advokat yang diskors atau dipecat. Sebab, menurutnya, pengusaha atau klien advokat tersebut bisa berpotensi digugat oleh pihak ketiga atau pihak lawan karena telah menggunakan advokat yang diskors.

“Nah, yang paling utama yang ingin saya katakan bagi masyarakat, jadi ini saya menyatakan bukan soal hanya Hotman Paris saja, tapi general, bagi masyarakat, pengusaha, konglomerat yang menggunakan jasa seorang advokat yang sedang diskors, maka dia juga berpotensi digugat oleh pihak ketiga atau pihak lawannya, karena apa karena orang tersebut, karena Anda sebagai pengusaha sudah tahu orang itu diskors Anda masih menggunakan jasanya, berarti Anda telah melakukan perbuatan melawan hukum yang merugikan orang lain,” kata Otto.

Ia mengimbau agar masyarakat tidak menggunakan jasa advokat yang diskors. Hal itu karena si klien advokat itu bisa dituntut ganti rugi dengan Pasal 1365 melakukan perbuatan melawan hukum.

“Hal ini perlu saya sampaikan karena ini kewajiban saya sebagai Ketua Peradi agar tidak timbul kerugian, nanti saya disalahkan masyarakat kalau tidak diberitahukan. Jadi kalau ada advokat yang sudah diskors jangan menggunakan advokat yang diskors itu selama skorsingnya atau kalau dia dipecat, karena akibat hukumnya Anda bisa dituntut melakukan perbuatan melawan hukum,” katanya.

Otto Sebut Hotman Paris Berbohong

Sementara itu, terkait dengan Hotman Paris yang menyatakan kepengurusan Peradi tidak sah karena ada putusan MA yang menolak perubahan Anggaran Dasar Peradi, Otto mengatakan pernyataan itu bohong. Pernyataan tersebut dinilai menimbulkan kegaduhan di masyarakat, dan melukai hati advokat.

“Bahwa pernyataan Hotman Paris yang menyatakan Peradi itu adalah tidak sah itu adalah pernyataan bohong yang disebarkannya sedemikian rupa secara masif dan itu telah menimbulkan kegaduhan bagi masyarakat Indonesia, dan melukai hati advokat Indonesia,” ujarnya.

“Dengan itu saya nyatakan itu tidak benar, terbukti dengan adanya pernyataan dari Wakil Ketua MA Pak Andi Samsan Nganro yang mengatakan tegas bahwa advokat Peradi berhak beracara di pengadilan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Hotman Paris Hutapea mengumumkan telah keluar dari Peradi. Dia kini bergabung ke Dewan Pengacara Nasional (DPN).

Hotman menjelaskan alasan pertama dirinya keluar dari Peradi lantaran tidak setuju Ketua Umum Peradi Otto Hasibuan menjabat untuk ketiga kalinya. Hal itu, kata Hotman, tidak sesuai dengan aturan yang ada di anggaran dasar yang hanya diperbolehkan menjabat sebanyak dua kali.

“Kenapa saya keluar dari Peradi Otto? Alasan pertama adalah sejak dari awal saya tidak setuju Otto menjabat lagi untuk yang ketiga kalinya karena di anggaran dasar yang disahkan oleh munas hanya boleh dua kali, namun ternyata dia menghalalkan segala cara,” kata Hotman di kantor Dewan Pengacara Nasional (DPN) Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa (19/4/2022).

 

Sumber : detik.com