Kisah Pilu Bocah Asal Sergai Idap Tumor Otak, Hanya Bisa Terbaring Karena Kekurangan Biaya

0
2
Rifkq bocah sepuluh tahun yang mengidap tumor otak hanya bisa terbaring di rumahnya di Dusun V, Desa Pekan Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Anugrah Nasution / Tribun Medan
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Sudah hampir dua Rifki Daulay terbaring di rumahnya yang berada di Dusun V, Desa Pekan Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai.

Bocah berumur sepuluh tahun itu kini hanya bisa tertidur akibat tumor otak yang dia derita.

Rifkq sendiri merupakan siswa sekolah dasar yang kini duduk di bangku kelas lima. Ayahnya hanyalah seorang pedagang jus keliling. Karena keterbatasan biaya kini ia hanya mendapatkan perawatan seadanya.

Khairul orang tua Rifkq mengatakan, tumor otak yang diderita anak pertamanya itu sudah berjalan hampir dua tahun.

“Awalnya sering mengalami sakit kepala yang kemudian dibarengi dengan muntah-muntah. Kemudian kami melakukan CT-Scan di Rumah Sakit Medistra Lubuk Pakam melalui biaya BPJS Kesehatan. Dari hasil menderita suspect craniophayngioma dan Hydrocepalus dengan ukuran 12 x 22 mm, atau disebut tumor otak,” kata Khairul.

“Awalnya cuma sakit kepala saja, baru di Bulan 8 Tahun 2021, mulai parah merasakan sakit kepala, muntah dan kejang tidak sadarkan diri”, paparnya, Rabu (17/8/2022).

Segala upaya pun kemudian dilakukannya untuk menyembuhkan penyakit anaknya itu. Mulai dari mengurus BPJS dan juga memberi asupan obat obatan herbal.

Pernah beberapa kali Rifkq dirawat ke RSUD Sultan Sulaiman Serdang Bedagai, namun karena keterbatasan peralatan medis, ia kemudian dirujuk ke RS Medistra di Lubuk Pakam.

Tapi biaya rumah sakit yang mahal membuat Rifkq akhirnya kembali menjalani pengobatan di rumahnya.

Kian lama, penyakit yang diderita Rifkq semakin mengkhawatirkan. Tumor yang menyebar membuat penglihatannya terganggu.

Kepalanya pun sering pusing, kondisi itu membuatnya tidak bisa mengikuti sekolah. Hal itu pun membuat perasaan Khairul hancur. Keterbatasan biaya telah membuat dirinya tak dapat berbuat banyak.

Apalagi ketika Rifkq meringkih kesakitan karena kepalanya yang pusing, saat itu Khairul pun hanya bisa pasrah dan tak jarang menitihkan air mata.

Setiap hari untuk membantu pengobatan anaknya, Khairul hanya mampu memberikan obat herbal atau jus yang dia jual dengan harapan anaknya bisa dapat segera pulih.

“Sampai tak bisa tidur memikirkan hal ini sebab menurut keterangan dari rumah sakit harus segera dilakukan operasi dengan biaya 250 juta rupiah untuk mengangkat tumor itu,” sebut dia.

“Kami berharap dia dioperasi Gamma Knife, untuk mengurangi resiko. Kalo konvensional ditanggung BPJS namun kami takut resikonya sangat tinggi, karena kondisi dia masih kecil”, ucap Khairul sambil berlinang air mata.

Dengan kondisi ekonomi yang tak memadai saat ini Khairul berharap ada para Dermawan yang mau membantu untuk biaya operasi sang anak.

Khairul juga mengaku, telah berupaya bermohon ke pihak ketiga melalui  aplikasi open donasi untuk membantu biaya operasi anaknya tersebut.

Meski belum memenuhi target, Ia bersyukur sudah ada yang berniat baik membantu mencari solusi meringankan biaya operasi tersebut.

“Kondisinya, saat ini mata sebelah kanan sudah tidak bisa melihat, sering sakit kepala. Obat yang dimakan cuma herbal saja saat ini karena biaya juga,” ucapnya.

“Harapan saya pas di hari HUT RI ke 77, ada uluran tangan para dermawan yang membantu biaya, agar anak kami bisa dioperasi segera, sehingga dapat sehat kembali”, tutupnya.

 

Sumber : tribunnews.com