KKCTBN Arena Pacu Kreatifitas Mahasiswa

0
187
Dirjen Kemenristek Dikti, DR Didin Wahidin saat pembukaan acara.
Dijual Rumah

Malang, buktipers.com – Perkembangan teknologi yang bergerak dengan cepat, membuat semua bidang bergerak untuk memacu diri, membuat inovasi dengan penemuan-penemuan baru.

Hal ini juga dibuktikan oleh mahasiswa jurusan teknik industri perkapalan, melalui acara Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN), di depan Gedung Kuliah Bersama (GKB 1) UMM Kampus lll kota Malang, Jumat (11/10/2019) dan akan berlangsung selama dua hari.

Selain acara lomba balap kapal cepat, acara diramaikan juga dengan pameran beraneka model kapal cepat tanpa awak.

Acara dibuka langsung oleh Dirjen Kemenristek Dikti, DR Didin Wahidin dan ditandai dengan peluncuran kapal tanpa awak yang bernama Singhasari.

Dalam wawancaran bersama awak media, setelah acara pembukaan,dia menyampaikan “yang pertama kami mau mengucapkan terimakasih pada pihak UMM karena telah mau menjadi tuan rumah event nasional kontes kapal cepat tanpa awak 2019.

Kontes ini merupakan medan latihan dan pembelajaran untuk mahasiswa untuk dapat menjajarkan kemampuan diri dalam menguasai inovasi teknologi industri perkapalan dan juga mempersiapkan mereka untuk mampu bersaing dalam dunia revolusi idustri 4.0,”katanya.

Bentuk kapal cepat tak berawak Singhasari yang diluncurkan sebagai tanda mulainya acara.

Untuk peserta, katanya, jumlahnya terus mengalami peningkatan dari mulai tahun 2012. Pada setiap tahunnya selalu terjadi peningkatan peserta dan untuk tahun 2019 ini jumlah peserta terdaftar dari 30 kampus yang berbeda, tambahnya.

Harapannya, tentu saja kedepan apa yang mereka pelajari itu bukan hanya menjadi ilmu untuk ilmu saja, namun bisa menjadi ilmu untuk kedaulatan bangsa.

Karena bangsa kita ini adalah negara kepulauan, maka menguasi dan membuat inovasi terkait dengan bidang perkapalan sangat dibutuhkan, ucapnya.

Selain itu, untuk saat ini, rekrutmen tenaga kerja, perusahaan tidak hanya melihat kemampuan seseorang dari niali IPK-nya saja, tapi lebih pada kemampuan soft skill. Maka dari itu, kedepan kami terus akan memompa kerjasama antara kampus dan pihak industri agar para mahasiswa nantinya bisa diakomodir perusahaan dengan karya inovasi yang mereka telah miliki, katanya.

Untuk keikut sertaan dalam event internasional memang belum ada program khusus untuk mereka mengikuti event tersebut atas nama pemerintah, namun mereka telah mengikuti event internasional melalui komunitas dan secara pribadi atau sendiri-sendiri, pungkasnya.

Selain diikuti oleh 30 peserta dari 30 kampus se Indonesia, acara pembukaan KKCTBN juga dihadiri oleh civitas akademika UMM dan juga Wakil Walikota Batu, Punjul Santoso.

(Hermin/red)