KKS Diduga Diambil Paksa, Ratusan Emak – emak KPM Geruduk TKSK Perbaungan

0
33
Ratusan Emak - emak KPM geruduk TKSK Perbaungan.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Kaum Ibu-ibu atau Emak-emak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), menggeruduk toko milik Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Perbaungan, di Jalan Deli No 65, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Sabtu (7/11/2020) siang tadi.

Sebanyak ratusan KPM, pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)/ATM Mandiri untuk BPNT, menuntut KKS dikembalikan yang diduga diambil paksa oleh TKSK Kecamatan Perbaungan.

Siti Hajar (34), warga Dusun II, Pematang Tatal, Kecamatan Perbaungan mengatakan, kemarin ada yang datang sejumlah 4 orang diantaranya mengaku bernama Maraden dengan mempertanyakan kartu KKS.

Lalu kami tunjukkan. Dan setelah ditunjukkan, lalu diambilnya. Namun kami menolak. Jadi tanpa basa basi, langsung dibawanya KKS-nya, bilang Siti Hajar menceritakan.

“Kami merasa kartu kami (KKS-red) dirampas, saat kami tanyakan lagi, besok Sabtu (7/11/2020) katanya akan dikembalikan, namun nyata hingga sekarang, belum juga dikembalikan,”sebutnya.

Ditambahkan Fauziatul Khairani (36), warga Dusun III, Desa Pematang Tatal, bahwa KKS yang tercantum nomor pin ATM miliknya, diambil oleh Maraden, tanpa ada keterangan apapun.

“Mereka datang berempat, tapi diantara mereka juga mengaku bernama Maraden, meminta saya menunjukkan kartu KKS. Dan setelah saya tunjukkan, diambilnya dan dipegang. Lalu saya minta kembali kartu KKS saya, namun tak didiberikannya dengan nada marah – marah, “jelasnya kepada wartawan.

Sementara, Maraden Siregar selaku TKSK Perbaungan, di hadapan ratusan KPM tersebut, menyebutkan, pengutipan KKS/ATM Mandiri untuk BPNT atas perintah Kepala Dinas Sosial Sergai.

“Hari Senin kita selesaikan,”katanya singkat.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Sergai, H. Ifdal saat dikonfirmasi media ini, melalui telepon WhatsApp mengatakan, penarikan sementara kartu KKS karena pihaknya menduga ada salah satu ketua kelompok menjadi E-Warung di Perbaungan dalam penyaluran bantuan BPNT, namun itu tidak diperbolehkan.

“Hari Senin kita panggil semua, karena akan kita ungkap aktor intelektualnya,”ungkapnya.

Menurut pantauan media ini, pihak Polsek Perbaungan turun ke lokasi, dan membawa kedua belah pihak ke Mapolsek, guna dilakukan mediasi terkait titik permasalahannya.

 

(ML.hrp)