Komantab Letakkan 9 Boks Artificial Reef, di Perairan Pulau Poncan

0
374
Sebanyak 9 boks karang buatan (artificial reef), berhasil diletakkan, di dasar laut perairan Pulau Poncan, Kota Sibolga, Sumatera Utara. (Foto IWO/Job Purba)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Sibolga (Sumut)

Sebanyak 9 boks karang buatan (artificial reef), berhasil diletakkan, di dasar laut perairan Pulau Poncan, Kota Sibolga, Sumatera Utara.

Peletakan 9 boks rumah ikan tersebut, saat berlangsung peringatan Hari Bumi yang digelar Komunitas Menjaga Pantai Barat (Komantab), Sabtu (27/4/2019) hingga Minggu (28/4/2019).

“Sembilan unit boks beton itu diletakkan secara paralel di kordinat yang berdekatan. Proses peletakan berhasil dan sukses,”kata Kordinator Peringatan Hari Bumi Komantab, Harry Alfauzan Manalu kepada wartawan, di Sibolga, Senin (29/4/2019).

Fauzan mengaku, awalnya boks rumah ikan bermaterial beton itu, direncanakan berjumlah 10 unit. Namun 1 unit mengalami kerusakan karena teknis.

“Ada 1 boks yang gagal diletakkan karena material rusak, tapi ya 9 unit itu sudah cukup di awal ini untuk menjadi cikal bakal kegiatan rehabilitasi karang dan jenis ekowisata baru perairan Pulau Poncan,” kata Fauzan.

Dia mengatakan, peletakan artificial reef tersebut tidak selesai disitu saja. Menyusul penanaman bibit terumbu dengan sistem cangkok.

“Paska peletakan, kita akan susun jadwal ke depan mencari bibit terumbu dan menanamnya di rumah ikan tersebut. Memang harus bertahap ya, tapi akan kita lakukan, tinggal nunggu waktu saja,” katanya.

Ini Pentingnya Rumah Ikan Buatan Dalam Konsep Rehabilitasi Terumbu Karang

Koordinator Menjaga Pantai Barat (Komantab) Maecenas Doni, menjelaskan cara kerja rumah ikan buatan dalam konsep rehabilitasi terumbu karang dan bawah laut yang mengalami kerusakan.

Dia mengatakan, artificial reef yang diturunkan tersebut akan menjadi subtrat atau tempat bertumbuhnya karang, meski harus diakui proses pertumbuhan karang memang membutuhkan waktu yang sangat panjang.

“Terumbu karang itu tumbuh puluhan tahun karena karang hanya tumbuh 2 sentimeter per tahun,” kata Doni.

Dia menjelaskan, sedimentasi dan sampah laut (marine debris) terutama sampah plastik menjadi tantangan tersendiri dari upaya rehabilitasi yang sedang dilakukan. Kendati, ia mengaku optimis, bahwa apa yang dilakukan pihaknya adalah salah satu upaya dalam komitmen mengkampanyekan penyelamatan kawasan di Pantai Barat.

“Untuk kondisi perairan di sekitar Poncan sudah banyak faktor pembatas salah satunya sedimentasi. Tingkat keberhasilan mudah-mudahahan tinggi untuk jenis karang yang tahan terhadap sedimentasi karena di lokasi itu (karang jenis tertentu) masih ada ditemui. Sampah plastik juga ikut berpengaruh terhadap keberlangsungan hidup karang, “katanya.

(IWO/Job Purba)