Komisi V DPR RI Pantau Perkembangan Infrastruktur dan Progres Kereta Api ke Danau Toba

0
495
Kunjungan kerja Komisi V DPR RI yang juga dihadiri mitra kerjanya, melihat perkembangan infrastruktur yang dikerjakan PUPR, di kawasan Danau Toba dan Jalan Nasional di Sumatera Utara. (Foto/Stg)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Simalungun (Sumut)

Kunjungan kerja  Komisi V DPR RI yang juga dihadiri  mitra kerjanya, melihat perkembangan infrastruktur yang dikerjakan  PUPR, di kawasan Danau Toba dan Jalan Nasional di Sumatera Utara.

Melihat perkembangan infrastruktur pelabuhan di kawasan Danau Toba,  serta melihat kondisi progres pembangunan kereta api yang kelak diharapkan mampu mendongkrak wisatawan dan pertumbuhan ekonomi se kawasan Danau Toba.

Usai melakukan survey di Pelabuhan KMP Ihan Batak dan Jembatan Kembar di Sidua-dua, Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsip, Kabupaten Simalungun, dilanjutkan ke Hotel Inna Parapat, Kamis (14/2/2019).

Dalam pertemuan tadi, beberapa tasil temuan di lapangan disampaikan dan dari stakeholder. Rencananya, hal itu akan ditindak lanjuti dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI dengan Menteri PUPR , pada masa persidangan III DPR RI.

Pertemuan di Hotel Inna Parapat ini, sama kualitasnnya dengan pertemuan DPR RI yang diselenggarakan di Senayan Gedung DPR RI, ujar DR  Capt Anthon Sihombing.

Mitra Komis V DPR RI yang Hadir, Dirjen Kereta Api, Kepala Balai Pelaksana Jalan & Jembatan Nasional wilayah II Sumut – Riau, Slamet Rasidi Simanjuntak, Dirjen SDA diwakili Kepala Balai  Wilayah Sungai, Roi Pardede,  Dirjen Ciptakarya diwakili oleh Direktorat Pemantapan Bangunan Fajar Sanusi, Edi Nursalam, Direktur Keselamatan Perkeretaapian, perwakilan Kementerian Pedesaan, kepala BMKG,  dan Kepala Basarnas Medan,  Toto Mulyono.

Pertemuan difasilitasi oleh Pemkab Simalungun diwakili oleh Staf Ahli Bupati Simalungun Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kadishub, Kadis PU, Kepala BPBD, Kadis Sosial, Kadis BPMPN, dan Bapeda Simalungun.

Dirjen Cipta Karya juga meminta dukungan DPR RI  untuk penyusunana AMDAL untuk mendukung program pembangunan Pesisir Pantai Atsari. Selanjutnya di Pantai Bebas Parapat juga diperlukan untuk membangun Instalasi Pipa Air Limbah (IPAL) dan Kegiatan PISEW harus dilaksanakan pada bulan Maret 2019 mendatang.

Pendanaan program Cipta Karya Untuk Kabupaten Simalungun hanya mendapat DAK Rp4,2 Milliar untuk air minum, dan tidak termasuk MCK, karena kurang koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Simalungun.

Lebih lanjut, melalui Dirjen PSDA, memaparkan program pembangunan yang dilakukan oleh Dirjen PSDA. Kepala Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional Wilayah 2 Sumut, menyampaikan 5 poin, salah satunya perihal  perbaikan reservasi jalan rute Merek – Saribudolok, reservasi Jalan Tebingtinggi ke Siantar,  dan perbaikan jalan Siantar By Pas.

Sementara itu untuk penanganan longsor Jembatan Kembar di Parapat akan segera ditangani secara efektif oleh Balai Wilayah Sungai Nasional wilayah Sumut, termasuk membangun jalan lingkar luar Parapat sepanjang 19 kilometer (Simpang Palang -Sitahoan). Dan untuk hal ini, Kepala Balai meminta kerjasama dari Bupati untuk melakukan pembebasan lahan.

Dirjen Cipta Karya, Fajar Santoso juga memberikan paparan serta menjelaskan, bahwa Cipta Karya tahun 2019 sedang melaksanakan program Sanitasi dan Air Minum (Sanimas), Pisew (Program Peningkatan Ekonomi Wilayah), pembangunan Jalan Lingkungan di Anggarajim, dan untuk penataan pedagang sovenir  dan kuliner.  Dan pembangunananya terkendala atau tidak terlaksana pada Tahun 2019 ini karena tidak didukung oleh dokumen AMDAL yang jelas.

Dalam pertemuan itu, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, memaparkan program di wilayah Danau Toba yang sudah dikerjakan sejak tahun 2017. Yaitu  membangun 4 pelabuhan di kawasan Danau Toba hingga tahun 2019 dan membangun 7 dermaga. Dua diantaranya, pelabuhan ferry kapal bermotor, KMP Ihan Batak di Ajibata dan Ambarita Samosir.

(Stg)