Komnas HAM: Motif Pembunuhan Yoshua Bergantung pada Keterangan Istri Sambo

0
1
Putri Candrawathi/Foto: MNC Portal
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – Komnas HAM masih mendalami motif kasus pembunuhan yang diduga dilakukan eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo terhadap Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Komnas HAM menilai motif pembunuhan Brigadir J bergantung pada keterangan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

“Terkait motif kami masih mendalami karena lagi-lagi ini juga bergantung pada keterangan Bu Putri. Kami sudah minta keterangan semuanya, kecuali Bu Putri, termasuk juga merekonstruksi peristiwanya baik dari Magelang sampai ke rumah Saguling untuk PCR terus sampai TKP, terus kemudian persoalannya belum lengkap,” kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara kepada wartawan di kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/8/2022).

Beka menjelaskan, keterangan istri Ferdy Sambo dinilai penting lantaran dianggap mengetahui seluruh peristiwa pembunuhan Brigadir J. Dia juga menyebut belum dapat menyampaikan peran dari tiap pihak.

“Kalau soal peran pastinya kami belum ada kesimpulan karena kami baru minta keterangan Pak Ferdy Sambo Jumat kemarin. Sementara kalau sudah sampai kesimpulan itukan kami juga harus meminta keterangan Bu Putri,” jelas Bela.

“Kenapa Bu Putri penting? Karena dia pertama yang belum diperiksa oleh Komnas. Yang kedua adalah dia dianggap mengetahui semua kejadian yang ada sehingga peran dari masing-masing orang belum bisa disebutkan oleh Komnas,” sambungnya.

Lebih lanjut, Beka menuturkan Komnas HAM masih mempunyai tugas untuk mengkonstruksikan peristiwa lengkap pembunuhan Brigadir J. Peristiwa lengkap itu dari kejadian di Magelang hingga penembakan Brigadir J.

“Komnas HAM masih punya PR untuk menentukan atau mengkonstruksi peristiwa ini lengkap. Artinya itu dari Magelang tanggal 6 (Juli) terus tanggal 7, tanggal 8 seperti apa ketika kejadian itu ada, nah supaya lengkap sehingga harus bahwa konstruksi peristiwa di Magelang seperti apa, apa saja yang menjadi saksi, perannya apa saja,” imbuhnya.

Komnas Jadwal Ulang Pemeriksaan PC

Komnas HAM telah menjadwalkan ulang pemeriksaan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, terkait kasus ini. Saat ini Komnas HAM masih menunggu kesiapan istri Ferdy Sambo untuk diperiksa.

“Ya tetap (diperiksa) tapi kami percayakan kepada Komnas Perempuan didampingi satu komisioner kami, Ibu Sandrayati Moniaga, dan beberapa staf perempuan,” kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik kepada wartawan, Sabtu (13/8/2022).

Pengakuan Sambo Saat Diperiksa

Sebagai informasi, Polri menyampaikan motif Irjen Ferdy Sambo memerintahkan pembunuhan terhadap Brigadir J lantaran sang istri, Putri Candrawathi, melapor telah mengalami tindakan yang melukai harkat dan martabat. Tindakan melukai harkat dan martabat terhadap Putri Candrawathi itu disebut terjadi di Magelang.

Atas laporan itulah, Ferdy Sambo menjadi emosi dan marah. Dia kemudian memerintahkan Bharada Richard Eliezer dan Bripka Ricky Rizal membunuh Brigadir J.

“Oleh karena itu, kemudian tersangka FS memanggil tersangka RR dan tersangka RE untuk melakukan pembunuhan, untuk merencanakan pembunuhan terhadap almarhum Yoshua,” tutur Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi, Kamis (11/8).

Andi Rian mengungkapkan motif ini berdasarkan pengakuan Ferdy Sambo dalam pemeriksaan yang dilakukan Kamis (11/8) lalu. Pemeriksaan terhadap Ferdy Sambo itu dilakukan selama 7 jam di Mako Brimob tempat dia ditahan.

 

Sumber : detik.com