Komplotan Lintas Provinsi Bobol Mesin ATM di 4 Lokasi, Begini Modusnya

0
1
Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandani Rahadjo. (foto: IST)
Dijual Rumah

Semarang, buktipers.com – Jajaran Ditreskrimum Polda Jateng membekuk komplotan pencuri splesiasi pembobol ATM di sejumlah wilayah di Jawa Tengah.

Pelaku berjumlah enam orang yang merupakan komplotan Jawa Barat dan Grobogan.  Enam orang yang diamankan adalah MA, warga Banten, AM, warga Depok, Jawa Barat, MH, warga Lebak, Banten. Kemudian tiga orang dari Grobogan adalah MU, SYD, dan AR.

“Dari enam pelaku ini tidak semuanya ikut di semua TKP ,” kata Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandani Rahadjo Puro saat konferensi pers, Jumat (1/10/2021).

Pengungkapan kasus ini setelah kepolisian mendapat laporan adanya aksi pencurian uang di mesin ATM Bank Jateng pada sebuah mini market di Plalangan,  Gunungpati, Kota Semarang dengan kerugian sebanyak Rp 849,4 juta.

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, tim Ditreskrimum berhasil mengungkap jaringan pelaku yang melakukan pembobolan ATM di empat lokasi yaitu di ATM Bank Jateng Godong Grobogan, ATM CIMB Niaga di Mranggen Demak, ATM BRI depan Samsat Ungaran serta ATM pada sebuah swalayan di Gunungpati.

“Kita melaksanakan penyelidikan ada enam pelakunya. Mereka ditangkap di Mranggen dan Banten. Mereka punya spesialis yang berbeda-beda,” katanya.

Karena melawan petugas saat ditangkap, empat pelaku terpaksa ditembak kakinya. Dia mengatakan, di antara pelaku tersebut ada yang berperan sebagai pengintai dan menentukan lokasi, pembobol tembok, mengelas mesin ATM dan pengawas lingkungan saat beroperasi. “Dua di antara mereka adalah residivis yaitu MH dan SYD,” ujar Djuhandani.

Dari hasil operasi di empat TKP, mereka total menggondol uang sekitar  Rp947 juta. Hasil terbanyak diperoleh saat mereka beroperasi di Gunungpati, Semarang. Di lokasi tersebut, para pelaku membobol sekitar Rp850 juta dari mesin ATM.

“Hasil kejahatannya digunakan untuk foya-foya dan berjudi. Tapi ada juga yang digunakan untuk membeli tanah,” ujarnya.

Akibat perbuatannya itu, para pelaku disangkakan melanggar pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

 

Sumber : iNews.id