Beranda Hukum Komplotan Pencuri Emas Antarprovinsi Dipimpin Emak-emak

Komplotan Pencuri Emas Antarprovinsi Dipimpin Emak-emak

382
0
Foto: Adhar Muttaqin/detikcom

Tulungagung, buktipers.com – Empat dari lima anggota komplotan spesialis pencuri emas antarprovinsi diamankan Polres Tulungagung. Komplotan ini dipimpin seorang janda dengan melibatkan anggota keluarganya.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia mengatakan keempat tersangka merupakan pelaku yang beraksi di toko emas Pasar Karangtalun, Kecamatan Kalidawir. Pimpinan komplotan adalah Aminah (51), warga Desa Karangroto, Kecamatan Genuk, Semarang. Sedangkan anggotanya masing-masing Saiful Anas (31) dan Nur Rohman (23), keduanya anak Aminah, serta Suharsih (40), warga Desa Blerong, Kecamatan Guntur, Semarang.

“Sedangkan satu tersangka lagi masih DPO karena melarikan diri saat hendak dilakukan penangkapan di Ngadiluwih, Kediri. Kelompok ini pimpinannya ya Aminah ini,” kata Kapolres, Jumat (29/11/2019).

Baca Juga!  Tragedi Malam Hari di Kamar Mandi yang Berujung Tewasnya Bayi

Dari empat pelaku, satu orang ditangkap di lokasi pencurian di Pasar Karangtalun. Sedangkan tiga orang diamankan polisi gabungan dari Polres Tulungagung dan Polsek Ngadiluwih, Kediri, di wilayah Ngadiluwih.

“Modus yang dilakukan komplotan ini berpura-pura mau membeli perhiasan emas. Saat pemilik lengah, para pelaku langsung memindahtangankan sebagian perhiasan yang dilihat kepada pelaku lain,” ujarnya.

Aksi kawanan pelaku diketahui pemilik toko setelah perhiasan yang dikembalikan jumlahnya berkurang. Menyadari aksinya ketahuan, para pelaku langsung melarikan diri dengan minibus Avanza H-8650-SE ke arah Kediri.

Dari hasil penyidikan, para pelaku ini merupakan sindikat yang telah beroperasi sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sasaran pelaku adalah toko emas yang tidak memiliki kamera pengawas (CCTV).

Baca Juga!  Bongkar Prostitusi Online, Polisi Sita Kondom-Pakaian Dalam

“Pengakuan pelaku, mereka sudah beraksi di 18 TKP, 13 di antaranya berhasil. Dua TKP terakhir adalah di Kalidawir dan Trenggalek. Dari tangan pelaku, kami amankan sekitar 10 gram emas,” ujar Kapolres Tulungagung.

Akibat perbuatannya, kini tersangka diamankan di Polres Tulungagung dan dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

 

Sumber : detik.com

Loading...