Koprabuh Terbentuk di 17 Kecamatan Terbentuk, Ketum : Kratom Jelas Tidak Dilarang

0
259
Acara pelantikan pengurus dan penyerahan SK Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (Koprabuh) Hayati Borneo tingkat Kecamatan dan Kabupaten Kapuas Hulu, di Gedung MABM Kapuas Hulu, di Putussibau, Kamis (17/10/2019) pagi.
Dijual Rumah

Kapuas Hulu, buktipers.com – Acara pelantikan pengurus dan penyerahan SK Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (Koprabuh) Hayati Borneo tingkat Kecamatan dan Kabupaten Kapuas Hulu, berjalan lancar, di Gedung MABM Kapuas Hulu, di Putussibau, Kamis (17/10/2019) pagi.

Pembentukan pengurus Koprabuh ini, sebagai wadah untuk mencarikan solusi, bagaiman sistem tata kelola tanaman kratom kedepannya.

Rajuliansyah, ketua panitia kegiatan mengungkapkan, pelantikan ini diikuti 17 kecamatan, termasuk pengurus kabupaten yang akan dilantik dan di SK – oleh Koprabu Pusat.

“Beberapa bulan lalu, ketika saya masih memimpin DPRD Kapuas Hulu, bersama anggota lainnya, dan asosiasi pengusaha kratom telah memperjuangkan kratom di Kapuas Hulu,”tegas Rajuliansyah.

Perjuangan tersebut sangat beralasan, karena sekarang ini, komoditi kratom tersebut mampu meningkatkan perekonomian masyarakat di Bumi Uncak Kapuas.

Dia berharap, pemerintah harus memperhatikan masyarakat petani di daerah, terlebih Kapuas Hulu, sebagai daerah perbatasan yang mana perekonomiannya ditopang oleh berbagai sumber alam, termasuk komoditas tanaman kratom itu.

Adapun pengurus kecamatan yang dilantik oleh Koprabuh, diantaranya, Kecamatan Bunut Hilir, Suhaid, Selimbau, Jongkong, Embaloh Hilir Bika, Putussibau Utara, Putussibau Selatan, Kalis Mentebah, Bunut Hulu, Boyan Tanjung, Pengkadan Hulu Gurung, Embaloh Hulu, Semitau, Seberuang, dan Bunut Hilir. Selain itu, dilantik juga pengurus Koprabuh Kabupaten Kapuas Hulu.

Komoditas Kratom Bisa Sejahterakan Masyarakat

Komoditas tanaman kratom, belakangan ini terus menjadi sorotan. Disamping membawa dampak positif tehadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah, namun beredar kabar pelarangan. Sehingga membuat masyarakat petani kratom dilema.

Yosep, penggiat kratom, sekaligus Ketua Koprabuh Kalbar, mengharapkan tata kelola kratom dan mesti ada kepastian hukum dari pemerintah, selaku pengambil kebijakan.

Makanya kata Yosep, melalui Koprabuh, tata niaga kratom terus didorong, agar tidak membuat masyarakat petani kratom dilema dalam mengelola tanaman yang dikenal petani dengan nama purik itu.

“Koprabuh merupakan asosiasi berbasis masyarakat, yang dikerjakan oleh masyarakat langsung. Kita bisa menyentuh langsung masyarakat melalui Koprabuh,” tegasnya.

Oleh karenanya, kata Yosep, kedepan terus dicari bagaimana tata kelola yang baik, menghasilkan produksi kratom berstandar, dengan melibatkan tim ahli.

“Kita sudah koordinasi semua, semoga berjalan baik, siapa lagi yang bisa berjuang kalau bukan kita. Kita ingin, sebagai putra daerah, komoditas ini jangan sampai hilang, karena masyarakat sudah menerima manfaat ekonomi bagi masyarakat,” bebernya.

Yosep berharap, masyarakat Kalbar, khususnya di Kapuas Hulu, bisa lebih sejahtera di tengah komoditas lain menurun, seperti tanaman karet komoditi lain.

Kratom Tidak Dilarang, Ini Kata Ketua Umum Koprabuh

Ketua Umum Koprabuh, Yohanis Walean, memastikan sejauh ini belum aturan larangan terhadap komoditas tanaman kratom.

“Barang ini bermanfaat nilai ekspor dan dibeli oleh negara yang tidak melarang, disana legal digunakan untuk hal yang bermanfaat,” terang Yohanis.

Sehingga bagi Koprabuh, kratom tidak dilarang, dan akan dikerjakan dalam koperasi ini. Hanya saja dalam Koprabuh diatur sesuai tingkat kemampuan, ujarnya.

“Misal kemampuannya masih menanam dan memanen, kemudian ada kemampuan mengolah dan menjual, itu masuk pada tugas masing – masing,”bebernya.

Sebagai ketua umum Koprabuh, Yohanis menegaskan, dirinya akan komit dan maju bersama. Ia menegaskan, soal ketakutan masyarakat hanya masalah sosialisasi.

“Dalam Koprabuh akan disosialisasikan dengan cepat, saya yakin pimpinan Koprabuh di kecamatan, kabupaten dan provinsi, nantinya mensosialisasikan dengan benar,” yakinnya.

Selain itu, yang dilarang, kata Yohanis, membuat obat dan suplemen. Namun kata dia, petani tidak mengolahnya, melainkan menghasilkan bahan bakau remahan dan tepung.

“Sifatnya bahan baku mau diapakan terserah pembeli, yang beli kan luar negeri jadi ekspor, pembeli menyatakan legal. Disisi lain menguntungkan karena, mendatangkan devisa,”paparnya lagi.

Dari sisi penggunaan kratom dirinya meyakini sangat bermanfaat, seperti kratom kayu keras, pencegah polusi, hingga pemanfaatan sekarang yang memiliki nilai ekspor.

“Yang ada disini semua petani, kita menanam kratom mengeloh dan menjual untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, juga bisa meningkatkan devisa negara, jadi masih dilegalkan,” ulasnya.

Yohanis menceritakan, kalau yang pernah terjadi penghentian pengiriman, karena nama dan spesifikasi barang berbeda, yang mestinya kratom namun di label merk barang lain.

Maka dalam Koprabuh, kata Yohanis, tata niaga akan diatur ditingkat cabang yakni kecamatan, kabupaten dan provinsi.

“Mereka bisa mengatur diinternal, kan sudah ada aturan baku yang bisa dicocokan dalam Koprabuh. Yang pada intinya meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani,” tuntasnya.

DPRD dan Pemkab Kapuas Hulu Dukung Regulasi Tata Niaga Kratom

Ketua DPRD Kapuas Hulu, Kuswandi, mengharapkan kehadiran Koprabuh di tengah masyarakat yang digagas oleh perkumpulan Pengusaha Kratom Indonesia dapat memberi warna baru, dalam upaya membangun perekonomian masyarakat.

‘Koprabuh dengan spesifikasi bidang usaha yang berbeda dengan lembaga koperasi lain, yang telah ada dan sejalan dengan kepentingan masyarakat saat ini,”ungkap Kuswandi, dalam acara pelantikan pengurus dan penyerahan SK Koprabuh Hayati Borneo Tingkat Kecamatan dan Kabupaten, di Kapuas Hulu.

Kuswandi berharap pula, agar komunikasi dapat terus terjalin dengan baik, sehingga dapat terus bersama-sama memperjuangkan aspirasi dan memajukan perekonomian masyarakat, khususnya di Bumi Uncak Kapuas.

“Kita berkomitmen mendukung dalam konteks ini DPRD sebagai lembaga legislatif di daerah, sesuai dengan kewenangannya akan terus mendorong, mendukung dan memperjuangkan setiap kebijakan yang berpihak pada masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kuswandi menambahkan, saat ini kratom menjadi komoditas unggulan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, namun tata kelola yang harus perjuangkan.

“Kratom di Kapuas Hulu terbaik, kami berterima kasih kepada semua pihak, yang telah bersama-sama memperjuangkan kratom ini. Kita di DPRD bersama Pemerintah Daerah, siap memperjuangkan regulasi yang ada,” tegasnya.

Legislator Partai Golkar ini juga mengingatkan agar kestabilan harga supaya tetap terjaga, kemudian kualitas pengolahan harus diperhatikan, sehingga bernilai ekonomis tinggi.

Sementara itu, Pjw Sekda Kapuas Hulu, Abang Chaerul Saleh, ketika menyampaikan sambutan tertulis Bupati Kapuas Hulu mengharapkan, Koprabuh dapat menjadi mitra Pemkab dalam membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraan.

“Pemerintah sangat mendukung pengembangan koperasi, mendukung pertumbuhan dan pengembangan perekonomian anggota,” kata Abang Chaerul Saleh.

 

(Bayu)