Korpri Usul Sistem Pensiun PNS Gunakan Take Home Pay

0
10
Ketua Umum Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Zudan Arif Fakrullah (Foto: Antara)
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – Pemerintah saat ini tengah menyusun sistem baru penggajian bagi PNS.

Sistem penggajian yang semula berbasis pangkat, golongan ruang, dan masa kerja menuju ke sistem penggajian yang berbasis pada harga jabatan.

Ketua Umum Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Zudan Arif Fakrullah meminta agar penyusunan sistem ini harus menyeluruh. Dari saat PNS masih bekerja hingga masa pensiun.

“Didesain harus menyeluruh. Dari PNS masih bekerja sampai pensiun nanti. Jangan sampai saat masih bekerja sejahtera tapi pensiun malah menderita,” katanya saat dihubungi (27/11/2020).

Dia mengatakan pensiunan PNS saat ini kondisinya jauh dari baik. Pasalnya uang pensiun yang didapat jauh lebih rendah dibanding saat masih bekerja.

“Sekarang kan pensiun menderita.  Gajinya turun banyak. Njeglek (anjlok) jadinya. Teman saya pensiunan eselon I jauh banget bedanya,” katanya.

Zudan ingin agar dana pensiun bukan diambil dari gaji pokok tapi take home pay. Dia ingin agar sistem pensiun di masa mendatang berubah. Uang itu tidak hanya mengandalkan dari negara.

“Pensiun seperti menabung. Sebagian dari ASN sebagian dari negara.  Tabungan kita diperbesar engga apa-apa. Mendesain masa depan adalah kewajiban ASN. Dan itu secara sadar harus dibangun dari awal,” ujarnya.

Lebih lanjut dana pensiun yang dikelola Taspen nantinya harus dikelola secara profesional. “Dikelola profesional cari untung banyak dan aman. Uangnya PNS aman dan bisa berkembang,” katanya.

 

Sumber : iNews.id