Beranda Nasional Kotak Hitam Ethiopian Airlines Ditemukan

Kotak Hitam Ethiopian Airlines Ditemukan

20
0
Proses evakuasi korban kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines ET 302 di dekat kota Bishoftu, tenggara Addis Ababa, Ethiopia. Foto: REUTERS/Tiksa Negeri
Loading...

Buktipers.com – Jakarta

Tim penyidik insiden jatuhnya Ethiopian Airlines rute Addis Ababa (Ethiopia)-Nairobi (Kenya) berhasil menemukan dua kotak hitam (black box) pesawat Boeing 737 Max ET 302. Penemuan kotak hitam ini akan menjadi titik terang untuk mengungkap penyebab jatuhnya pesawat usai enam menit lepas landas dari Badara Bole, Addis Ababa, Minggu (10/3) lalu.

“Digital Flight Data Recorder (DFDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) ET302 telah dipulihkan,” tulis Ethiopian Airlines dalam akun resminya, Senin (13/3).

DFDR dan CVR merupakan dua perangkat penting yang menjadi bagian black box. Di dalam DFDR, seluruh rekaman data penerbangan mengenai waktu, ketinggian, hingga kecepatan udara akan tersimpan. Lebih dari 1.000 karakteristik penerbangan, posisi lepas landas hingga mode auto-pilot atau bahkan alarm kebakaran juga terekam dalam perangkat tersebut.

Baca Juga!  Kabid Humas Polda Jatim : 4 Polisi dan 6 Warga Korban Ledakan Bom Di Polrestabes Surabaya

Investigasi tak akan rampung jika CVR tak ikut ditemukan. Pasalnya, CVR berfungsi sebagai perekam percakapan awak pesawat di dalam kokpit. Terdapat mikrofon di area kokpit untuk merekam suara mesin, peringatan bahaya, dan percakapan pilot ke co-pilot.

CEO Ethiopian Airlines, Tewolde Gebremariam, memastikan seluruh penumpang Boeing 737 Max ET 302 meninggal dunia. Salah satunya adalah Harina Hafitz, Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Badan Program Pangan Perserikatan Bangsa-bangsa.

Dilansir Reuters, pilot ET 302 sebetulnya sempat mengabarkan petugas bandara bahwa ia mengalami kesulitan dan ingin membatalkan penerbangan. Namun, enam menit lepas landas, atau sekitar pukul 08.44 waktu setempat, pesawat telanjur mengalami hilang kontak.

Baca Juga!  Vanessa Angel Sembunyikan Borgol di Lipatan Baju Tahanan

“Sejatinya pilot diizinkan untuk kembali ke Addis Ababa,” ujar Tewolde saat ditanya apakah ada panggilan darurat sebelum pesawat jatuh.

Boeing jenis 737-800 MAX merupakan jenis pesawat yang sama dengan Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Indonesia, Oktober 2018 silam. Setelah 13 menit lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 06.33 WIB, pesawat rute Cengkareng-Pangkalpinang berpenumpang 189 orang itu jatuh di Ujung Karawang.

Akibat dua insiden itu, sejumlah negara, termasuk Indonesia, menangguhkan penerbangan Boeing 737-800 MAX. Di Indonesia, ada dua maskapai yang mengoperasikan pesawat jenis tersebut, yakni PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebanyak 1 unit dan PT Lion Air dengan sepuluh unit.

Baca Juga!  5 Hal yang Perlu Diketahui dari Jatuhnya Ethiopian Airlines

Sumber : kumparan.com

Loading...