KPK Kembali Tahan 1 Eks Anggota DPRD Sumut Tersangka Suap Gatot Pujo

0
3
Nurhasanah, tersangka kasus dugaan suap mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho. (Farih/detikcom)
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – KPK menahan Nurhasanah (NHS), tersangka kasus dugaan suap mantan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho. Nurhasanah merupakan eks anggota DPRD Sumut.

Deputi Penindakan KPK Karyoto mengatakan penahanan Nurhasanah merupakan pengembangan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah terkait fungsi dan kewenangan anggota DPRD Provinsi Sumut periode 2009-2014 dan/atau 2014-2019. Nurhasanah menjadi tersangka ke-14 yang ditahan dalam kasus tersebut.

“Dari jumlah total 14 tersangka dalam perkara ini, sebelumnya KPK melakukan penahanan terhadap 13 orang. Dan hari ini setelah memeriksa saksi dengan jumlah 59 orang, KPK kembali melakukan penahanan terhadap 1 (satu) orang tersangka, yakni NHS,” kata Karyoto di gedung KPK Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2020).

Karyoto menyebut Nurhasanah akan ditahan di Rutan Cabang KPK Kaveling K4 Gedung Merah Putih KPK selama 20 hari pertama. Namun penahanan Nurhasanah ditangguhkan karena yang bersangkutan reaktif Corona dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

“Tersangka ditahan selama 20 hari pertama terhitung mulai 14 Oktober 2020 sampai 2 November 2020 di Rutan Cabang KPK di Kaveling K4 Gedung Merah Putih KPK,” ujar Karyoto.

Plt Jubir KPK Ali Fikri mengatakan, dalam konferensi pers kali ini, KPK tidak bisa menampilkan tersangka. Sebab, Ali menyebut tersangka ternyata reaktif Corona setelah dilakukan rapid test. Tersangka yang reaktif itu selanjutnya bakal dibawa ke RS Polri terlebih dahulu.

“Tahanan reaktif, sehingga konferensi pers hari ini kami tidak menampilkan tahanan tersebut,” ucap Ali.

Dalam kasus ini, ada 14 anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan/atau 2014-2019 sebagai tersangka baru oleh KPK. KPK menduga 14 eks anggota DPRD Sumut itu turut menerima uang dari eks Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho. KPK mengatakan penerimaan itu dilakukan dengan jumlah beragam.

Dengan demikian, total ada lebih dari 60 eks anggota DPRD Sumut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Para tersangka itu diduga menerima suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho senilai Rp 300-350 juta per orang.

Suap tersebut terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, pengesahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Sumut pada 2015. Sebagian besar tersangka kini sedang menjalani pidana masing-masing setelah divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor dengan hukuman rata-rata 4-6 tahun penjara.

 

Sumber : detik.com