KPK Ogah Ikut Campur Jika Polri Rekut 57 Eks Pegawai: Tak Ada Hubungan Lagi

0
1
Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata (Foto: Ari Saputra-detikcom)
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, mengaku ogah ikut campur soal keinginan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk merekrut 57 mantan pegawai KPK yang gagal tes wawasan kebangsaan (TWK). Alexander mengatakan KPK tak lagi punya hubungan kepegawaian dengan 57 orang itu.

“Bagaimana dengan keinginan Polri untuk merekrut 57 pegawai tersebut menjadi pegawai Polri, tentu kami menghormati. Prinsipnya hari ini KPK dengan 57 pegawai tersebut sudah tidak memiliki hubungan kepegawaian lagi,” kata Alex dalam konferensi persnya, Kamis (30/9/2021).

Alexander mengatakan 57 mantan pegawai tersebut menjadi orang yang bebas. Dia menyebut jika ada instansi lain mau merekrut mantan pegawai KPK, maka hal itu merupakan kewenangan lembaga terkait.

“Artinya 57 pegawai tersebut menjadi orang bebas. Kemudian kalau ada lembaga instansi lain ingin merekrut 57 pegawai tersebut, tentu itu menjadi domain kewenangan dari lembaga terkait,” kata Alexander.

“Kami menghormati itu ada pihak lain yang ikut memperhatikan nasib dari 57 pegawai KPK,” tambahnya.

Dia mengaku menghormati kontribusi para mantan pegawai tersebut selama bekerja di KPK. Dia berharap para mantan pegawai KPK itu tetap menerapkan nilai integritas jika bekerja di instansi lain.

“Biar bagaimanapun kontribusi mereka selama di KPK juga harus kami hormati, kami hargai dan kami berharap di mana pun mereka nanti bekerja, nilai nilai integritas yang selama ini diperoleh KPK ini itu juga akan mereka bahwa di tempat kerja yang baru, dan bisa membawa perubahan di instansi-instansi baru atau nanti kalau bisa di BUMN bisa membuat perubahan yang cukup signifikan terkait nilai-nilai integritas,” katanya.

Diketahui, 57 orang pegawai KPK yang tak lolos TWK untuk alih status menjadi ASN resmi diberhentikan hari ini. Pemberhentian dilakukan meski pelaksanaan TWK menuai kontroversi.

Pengumuman pemberhentian dengan hormat terhadap para pegawai KPK yang tak lolos TWK itu telah disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata pada Rabu (15/9/2021). Dia mengatakan para pegawai KPK yang tak lolos TWK bakal diberhentikan dengan hormat per 30 September 2021, yang artinya hari ini.

“Terhadap enam orang pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat dan diberi kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan bela negara dan wawasan kebangsaan namun tidak mengikutinya, maka tidak bisa diangkat sebagai ASN dan akan diberhentikan dengan hormat per 30 September 2021. Memberhentikan dengan hormat kepada 50 orang pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat per tanggal 30 September 2021,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di KPK.

Jumlah pegawai KPK tak lolos TWK yang diberhentikan bertambah sehari jelang pemberhentian. Seorang pegawai KPK yang mengikuti TWK susulan karena baru pulang tugas belajar dinyatakan gagal dan harus menerima kenyataan dirinya diberhentikan.

Terbaru, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo datang memberikan solusi berkaitan polemik eks pegawai KPK yang tak lolos TWK. Sigit mengaku siap merekrut para pegawai itu untuk menjadi ASN di Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Bareskrim Polri.

“Hari Jumat yang lalu, saya telah berkirim surat kepada Bapak Presiden untuk memenuhi kebutuhan organisasi Polri terkait pengembangan tugas-tugas di Bareskrim Polri, khususnya di tipikor (tindak pidana korupsi). Di mana ada tugas-tugas tambahan terkait dengan upaya-upaya pencegahan dan ada upaya-upaya lain yang harus kita lakukan dalam rangka mengawal penanggulangan COVID dan juga pemulihan ekonomi nasional, serta kebijakan-kebijakan strategis yang lain,” ujar Sigit kepada wartawan di Papua, Selasa (28/9).

 

Sumber : detik.com