KPK Tetapkan Walkot Tanjung Balai Jadi Tersangka Lelang Jabatan

0
1
Konpers penetapan tersangka Walkot Tanjung Balai M Syahrial Jadi Tersangka Lelang Jabatan (Foto: dok. tangkapan layar)
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – KPK menetapkan Wali Kota Tanjung Balai M Syahrial sebagai tersangka kasus dugaan korupsi lelang jabatan di Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjung Balai tahun 2019. KPK juga sekaligus melakukan penahanan tersangka lainnya, yakni Sekretaris Daerah, Yusmada (YM).

“Setelah mengumpulkan berbagai bahan keterangan dugaan tindak pidana dimaksud selanjutnya melakukan penyelidikan, kemudian ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup maka KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan Pada bulan April 2001 dengan menetapkan yang pertama adalah MS Walikota Tanjungbalai periode 2016 sampai dengan 2021, yang kedua adalah YM, Sekretaris Daerah Kota Tanjung Balai ,” kata Deputi Penindakan KPK Karyoto dalam konferensi persnya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (27/8/2021).

Karyoto mengatakan tersangka YM langsung ditahan selama 20 hari ke depan. Sementara, M Syahrial memang sedang menjalani penahanan di kasus suap penanganan perkara ini.

“Penanganan pada tersangka untuk 20 hari pertama terhitung mulai tanggal 27 Agustus 2001 sampai dengan 15 September 2021 di Rutan KPK pada Gedung Merah Putih KPK,” ujar Karyoto.

Selanjutnya, Karyoto menyebut tim penyidik sudah memeriksa 49 orang saksi dalam perkara ini. KPK juga berhasil menyita uang Rp 100 juta terkait perkara.

“Guna proses penyelidikan dimana tim penyidik telah memeriksa 49 orang saksi dan juga menyita diantaranya uang sejumlah Rp 100 juta rupiah,” ujarnya.

Selanjutnya sebagai langkah antisipasi penyebaran COVID-19 di lingkungan Rutan KPK, tersangka Yusmada akan dilakukan isolasi mandiri selama 14 Hari pada Rutan KPK Kavling C1.

Atas perbuatan tersangka Yusmada disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf A atau pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1909 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 31 tahun 1909 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 ke-1 KUHP pidana

Untuk M Syahrial selaku penerima disangkakan melanggar pasal 12 huruf A atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 undang-undang nomor 31 tahun 1009 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dengan undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 31 tahun 1909 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP pidana pasal 64 ayat 1 KUHP pidana.

Diketahui, Wali Kota Tanjung Balai M Syahrial ditetapkan sebagai tersangka karena diduga memberi suap kepada eks penyidik KPK dari Polri, AKP Stepanus Robin Pattuju. Suap itu diduga diberikan agar Robin mengurus perkara dugaan korupsi yang menyangkut Syahrial, yakni terkait dengan jual beli jabatan di kasus ini.

KPK juga menetapkan Maskur Husain sebagai tersangka karena juga ikut terlibat dalam kasus suap tersebut. Syahrial diduga menjanjikan duit Rp 1,5 miliar kepada AKP Robin. Dari jumlah itu, AKP Robin diduga telah menerima Rp 1,3 miliar.

Saat ini, persidangan M Syahrial masih berjalan di Pengadilan Tipikor Medan. Sementara untuk AKP Robin, KPK telah menyatakan berkas perkaranya lengkap dan akan segera disidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

 

Sumber : detik.com