Kronologi Pasien COVID-19 yang Diviralkan Berdarah dengan Bola Mata Tak Ada

0
3
Saat jenazah dibuka dan diketahui berlumur darah pada wajah (Foto: Tangkapan Layar)
Dijual Rumah

Probolinggo, buktipers.com – Jenazah pasien COVID-19 di Probolinggo yang mukanya berlumuran darah diviralkan matanya tak ada. Begini penjelasan RSUD dr Mohamad Saleh tempat pasien dirawat sebelum meninggal.

Plt RSUD dr Mohamad Saleh dr Abraar Kuddah mengatakan pasien bernama Mahmuda (49) tersebut datang tiga hari dalam kondisi parah sebelum ia meninggal pada Kamis (5/11).

Pasien warga Dusun Sukun, Desa Alas Tengah, Paiton, Probolinggo itu meninggal dengan hasil swab positif COVID-19. Pasien juga mempunyai komorbid darah tinggi dan stroke yang mengakibatkan pembuluh darah pecah sehingga darah terus mengalir keluar dari lubang telinga, hidung, mulut, dan mata. Saat meninggal, darah masih terus mengalir dari lubang di tubuh tersebut.

Abraar melanjutkan pemulasaraan jenazah hingga dimasukkan ke peti jenazah juga sudah sesuai dengan SOP COVID-19 serta syariat Islam. Peti juga sudah pas dengan jenazah dan tidak akan berubah atau goyang.

Pengantaran jenazah dilakukan dengan ambulans milik RSUD dr Mohamad Saleh dipindah ke ambulans Pemkab Probolinggo yang mengantar jenazah hingga ke rumah duka di Dusun Sukun, Desa Alas Tengah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

“Pasien datang sudah dengan kondisi kurang baik. Pasien dirawat sesuai prosedur dan dirawat cukup baik. Pada jenazah memang ada lebam (livormortis) mayat karena lama perjalanan menuju rumah duka,” kata Abraar.

Gakkum Satgas COVID-19 Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan setiba di rumah duka, pasien tak bisa langsung dimakamkan. Warga dan keluarga tak terima jika pasien disebut meninggal karena COVID-19.

Karena itu warga membawa peti ke musala setempat. Peti itu lalu dibuka. Plastik dan kafan pasien juga dibuka. Saat itulah diketahui jika wajah pasien berlumuran darah.

“Kami akan melakukan tracing kontak erat dengan jasad pasien COVID- 19 yang dibuka dari peti mati oleh pihak keluarganya. Dikhawatirkan penyebaran COVID- 19 di Desa Alas Tengah semakin bertambah,” kata Ugas.

 

Sumber : detik.com