Kronologi Penangkapan 81,8 Kg Sabu yang Disimpan Dalam Ban

0
247
Ban mobil berisi sabu 70 bungkus dengan berat 81.862,6 gram dan ekstasi 20 bungkus dengan jumlah 102,657 butir diungkap Badan Narkotika Nasional (BNN). (Tribun Medan/HO)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Medan

Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia (RI) mengamankan sebanyak 81,8 Kg sabu dan 102,657 butir pil ekstasi dari operasi yang dilakukan diwilayah Sumatera Utara (Sumut).

Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Arman Depari menyampaikan, dari operasi ini pihaknya menangkap sebanyak 13 orang terduga pemasok narkoba, masing-masing atas nama Adi Putra, Ardiansyah, Fadli, Hanafi, Amirudin, Zul AB, Nazarudin, Tarmizi, Sulaema, M Yusuf Adi Putrama, M Yasin, Sofyan Hidayat dan Roby S.

“Dari jumlah ini, dua diantaranya mengalami luka tembak. Satu orang atas nama M Yasin meninggal dunia, dan satu lainnya atas nama M Yusuf Adi Putrama terluka dibetis kaki kirinya,” katanya, Kamis (4/7/2019).

Dikatakan Arman Depari, penangkapan ini bermula saat tim menerima informasi bahwasanya ada sebuah speed boad yang berlabuh di perairan Tanjungbalai, Asahan membawa narkotika yan diambil dari wilayah perbatasan Malaysia, Selasa (2/7/2019).

“Berdasarkan informasi tersebut, tim BNN kemudian melakukan penyelidikan dan mencurigai sebuah mobil innova warna hitam BK 1430 HG dan membuntutinya,” ujarnya.

Arman menyatakan, ketika mobil itu keluar dari sebuah rumah menuju jalan raya, tepatnya di perlintasan kereta api Simpang Warung Kisaran, sekitar pukul 17.15 WIB, tim pun menghentikan dan menggeledah mobil itu.

Hasilnya ditemukan 3 ban dalam mobil yang berisi narkotika jenis sabu dan ekstasi. “Sehingga dua penumpang dalam mobil atas nama Adi Putra dan Ardiansyah langsung diamankan,”ujarnya.

Berdasarkan keterangan keduanya, kata Arman, diketahui bahwa mereka masih masih menyimpan narkotika di sebuah rumah di Lubuk palas, Asahan.

Tim BNN, akunya, kemudian mendatangi rumah tersebut dan menemukan 1 ban dalam mobil lagi yang berisi narkotika disembunyikan dibagian belakang rumah.

“Dari sini satu orang tersangka atas nama Fadli juga berhasil diamankan,”katanya.

Masih dikatakan Arman, tim kembali melakukan pengembangan untuk mencari pelaku lainnya.

Hasilnya diketahui bahwa salah satunya menggunakan mobil Honda Jazz BK 1004 VP yang tengah melintas ke arah Batubara.

Untuk itu, Arman mengatakan, tim pun langsung melakukan pengejaran. Akan tetapi saat pengejaran dilangsungkan, tiba-tiba saja mobil Avanza plat B 1321 KIJ menyalip untuk menghalangi pengejaran yang dilakukan.

“Namun demikian tim terus melakukan pengejaran, sehingga pada pukul 18.30 WIB mobil Honda Jazz berhasil dihentikan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Batubara dan mengamankan 2 orang atas nama Hanafi dan Amiruddin. Sedangkan mobil Avanza berhasil lolos ke arah pelabuhan,” akunya.

Kendati begitu, kata Arman, pihaknya tetap melakukan pengembangan lanjut. Hingga akhirnya pada Rabu (3/7/2019) sekitar pukul 01.30 WIB, tim BNN berhasil menangkap 2 orang pelaku lainnya atas nama Zul dan Nazar di sebuah rumah di perkebunan sawit, Teluk Dalam, Asahan.

Dari penangkapan ini pula, BNN mendapatkan informasi bahwa pelaku lainnya berada di wilayah Deliserdang.

Sehingga disaat tim melakukan pencarian di Jalan Lau Perhubungan, Lau Dendang Percut Sei Tuan, tim BNN berhasil menemukan mobil Avanza yang lolos kemarin.

“Sehingga terhadap mobil itu langsung dilakukan pengejaran. Namun mobil itu kembali berusaha melarikan diri dengan cada menabrak untuk mencelakai petugas,”ujarnya.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari (dua kanan) memperlihatkan barang bukti narkotika jenis sabu yang dibungkus dalam kemasan saat gelar kasus pengungkapan narkoba jaringan internasional di Kantor BNNP Sumatera Utara, Medan, Jumat (12/4/2019). BNN Sumut berhasil mengagalkan upaya peredaran 74 kilogram sabu dari Malaysia di Kabupaten Asahan dan Aceh Tamiang serta mengamankan tujuh orang tersangka jaringan internasional dari hasil pengembangan tangkapan kasus narkoba yang dikendalikan dari balik lapas Tanjung Gusta Medan dan Cipinang Jakarta. Tribun Medan/Danil Siregar

Melihat kondisi itu, ucap Arman, petugas pun berupaya memberikan peringatan dengan beberapa kali melakukan tembakan ke udara.

Namun hal itu tidak diindahkan, sehingga akhirnya petugas mengarahkan tembakan terukur ke mobil tersebut.

“Setelah itu terjadi mobil avanza tersebut akhirnya berhenti. Lalu terlihat beberapa orang keluar dari dalam mobil untuk melarikan diri,” ucapnya.

Akan tetapi saat mobil diperiksa, terdapat 3 orang penumpang masih berada di dalam mobil, yakni Sulaeman, M Yusuf, dan Yasin.

Namun M Yusuf dan M Yasin mengalami luka tembak, sehingga keduanya dilarikan ke RS Haji Medan.

“Akan tetapi setibanya di rumah sakit, M Yasin dinyatakan meninggal dunia. Sedang dan M. Yusuf yang mengalami luka tembak di kaki kirinya kemudian dirawat di RS Bhayangkara,”terangnya.

Sekitar pukul 16.15 WIB, tim BNN kembali menangkap seorang pelaku lainnya. Pelaku itu atas nama Tarmizi yang diamankan di satu rumah milik di Gang Riski, Bandar Klipa, Percut Sei Tuan.

Adapun total barang bukti narkotika yang diamankan, ungkap Arman, sebanyak 70 bungkus sabu dengan berat 81.862,6 gram (81,8 Kg). Sedangkan ekstasi sebanyak 20 bungkus dengan jumlah 102,657 butir.

“Sabu dan ekstasi ini berasal dari Malaysia dan diserah terimakan di tengah laut antara kapal ke kapal,”katanya.

Sedangkan untuk barang bukti non narkotika yang ikut diamankan berupa 1 mobil Toyota Innova BK 1430 HG, 1 mobil Honda Jazz BK 1004 VP, 1 mobil innova BK 1144 VI, 1 mobil CRV BK 1735 KY, 1 mobil CRV BK 1832 UO, 1 mobil Avanza B 1321 KIJ, serta Beberapa alat komunikasi.

“Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di BNNP Sumut untuk dilakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut,”ujarnya.

 

Sumber : tribunnews.com