Kuasa Hukum Brigadir J Ungkap Sosok Squad Lama Pelaku Pengancaman, Berinisial D, Berpangkat Brigadir

0
4
Bukti baru yang diunggah Kamaruddin Simanjuntak melalui akun Facebooknya ini di tengah proses autopsi ulang (ekshumasi) jenazah Brigadir J di RSUD Sungai Bahar Muaro Jambi, Rabu (27/7/2022). Brigadir J pamit ke pacarnya VS agar mencari penggantinya. facebook kamaruddin simanjuntak
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com – Kamaruddin Simanjuntak, kuasa hukum Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J membeberkan sosok ‘Squad Lama’ yang ia posting di akun Facebook miliknya pada Rabu (27/7/2022) kemarin.

Disebutkan Kamaruddin sosok yang dirinya maksud adalah seseorang berinisial D dan berpangkat Brigadir.

Kata Kamaruddin, seseorang berinisial D itu yang membuat Brigadir J ketakutan lantaran diancam akan dibunuh.

“Squad lama itu inisial D, berpangkat Brigadir,” kata Kamaruddin kepada Wartakotalive.com melalui pesan tertulis, Kamis (28/7/2022).

Ia menduga Brigadir D inilah yang membuat Brigadir J ketakutan sampai menangis saat melakukan video call dengan pacarnya Vera Simanjuntak.

Lebih lanjut, Kamaruddin menyebutkan, bahwa Brigadir D kerap mengancam akan membunuh Brigadir J.

Diduga Brigadir D, katanya, adalah salah satu ajudan lainnya dari Irjen Pol Ferdy Sambo.

Sebelumnya, dalam postingannya di akun Facebook miliknya, Kamaruddin menampilkan tangkapan layar video call Brigadir J dengan sang kekasih Vera Simanjuntak, sebelum terjadinya penembakan.

“Dukung Hasil Autopsi dan Visum Et Repertum Alm. Brigadir Polisi Nopriansyah Yoshua Hutabarat. Segera diumumkan sekarang juga secara terbuka, obyektif dan transparan, sesuai amanat Presiden RI, demi kepastian hukum, keadilan dan kemamfaatannya.”

“Dukung Jenazah Alm. Brigadir Polisi Nopriansyah Yoshua Hutabarat untuk dimakamkan sekarang secara kedinasan. Mari tolak, alasan “kurang persyaratan administrasi.” tulisnya.

Dalam unggahanya itu, Kamaruddin menuliskan kalimat memilukan yang disebut disampaikan Brigadir J untuk Vera Simanjuntak.

Selain itu, Kamaruddin juga menyinggung soal “Squad Lama” yang disebut mengancam untuk membunuh Brigadir J.

“Noted. Keterangan Poto Alm. Brigadir Nopriansyah Yoshua Hutabarat, Ketika Alm: Pamitan & Memohon Maaf serta Meminta Mencari “pria lain” Sebagai Pengganti Dirinya, Sekaligus Menjelaskan Bahwa Dia Akan Pergi Untuk Selamanya, Karena “AKan Dibunuh Oleh Para Squad Lama Yang Pada Kurang Ajar.. !” Demikian.

Shalom_horas. Adv. Kamaruddin Simanjuntak, S.H. Ketua Tiem Advokat Pembela Hukum dan Keadilan Keluarga Alm. Brigadir Polisi Nopriansyah Yoshua Hutabarat.

Saat ini, kata Kamaruddin, setelah autopsi ulang dilakukan terhadap Brigadir J dan menunggu hasilnya, tim kuasa hukum kembali mengumpulkan dan memperkuat bukti-bukti adanya dugaan pembunuhan berencana atas Brigadir J.

“Yang kami lakukan sekarang adalah memperkuat bukti sesuai undang-undang,” katanya.

Ancaman

Kamaruddin Simanjuntak mengatakan pihaknya memiliki jejak digital rekaman elektronik pengancaman terhadap Brigadir J, sebelum ia meninggal ditembak di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, 8 Juli 2022 lalu.

“Bukti rekaman elektronik ancaman pembunuhan, mulai dari bulan Juni 2022 hingga 7 Juli 2022 ke Brigadir J, berupa rekaman suara, video, dan chattingan,” kata Kamaruddin kepada Wartakotalive.com, Selasa (26/7/2022).

Menurut Kamaruddin, semua bukti itu sudah diserahkan ke penyidik Bareskrim.

“Ada saksi yang sangat spektakuler. Nah saksi ini menyimpan rekaman elektronik di dalam rekaman elektronik ini ada ancaman pembunuhan dari bulan Juni 2022. Ancaman pembunuhan itu terus berlanjut hingga akhir tanggal 7 Juli 2022,” ungkap Kamaruddin.

Menurut Kamaruddin, Brigadir J bahkan sempat menyampaikan salam perpisahan kepada orang yang merupakan tempat ia bercerita tersebut.

Orang yang dimaksud adalah Vera Simanjuntak, kekasih Brigadir J.

“Saking takutnya almarhum ini sampai dia menangis curhat, dia akan dibunuh dan dia sudah mengucapkan kata-kata perpisahan bahwa dia sudah yakin dia dibunuh,” ujarnya.

Kamaruddin kemudian mengungkap contoh kalimat ancaman yang diterima oleh Brigadir J.

“Ancamannya adalah kata-katanya begini ‘kalau dia berani naik ke atas habisi dia, bunuh dia’ begitu. Dia itu maksudnya Brigadir Yosua Hutabarat,” katanya.

“Kalau kami kaitkan dengan terjadinya kemarin pembunuhan itu kan kata Karopenmas di depan tangga. Berarti kalau analisanya kan dia mau naik tangga makanya dibunuh. Itu kan analisa, tapi saya enggak mau dulu mengatakan itu, yang saya paparkan itu fakta-faktanya dulu. Kalau fakta kan tidak pernah berubah,” ujarnya.

Seperti diketahui, proses ekshumasi atau penggalian makan untuk autopsi ulang terhadap jenazah Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat telah selesai dilakukan pada Rabu (27/7/2022).

Autopsi ulang dilakukan untuk memastikan penyebab tewasnya Brigadir J, karena temuan keluarga banyak luka sajam dan memar di tubuh Brigadir J selain luka tembak.

Proses autopsi ulang ditangani oleh tujuh hingga 10 dokter forensik dan bertempat di RSUD Sungai Bahar, Muaro, Jambi.

Mengenai hasilnya masih menunggu pemeriksaan beberapa bagian jaringan tubuh yang dibawa ke Jakarta untuk diperiksa secara komperehensif.

 

Sumber : tribunnews.com